Headline NewsPilkada 2024Politik

Lindungi Tenaga Pengawas, Bawaslu Balut MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan

Foto Penandatanganan MoU

BALUT, KABAR BENGGAWI – Sebagai bentuk kepedulian dan menjamin keselamatan kerja untuk penyelenggara pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banggai Laut (Balut) melakukan kerja sama (MoU) dengan BPJS Ketenagakerjaan cabang Luwuk Banggai. Penandatangan kerja sama itu diselenggarakan di kantor Bawaslu Balut, Senin (27/07).

“Menyangkut kegiatan pemilu 9 Desember 2020 mendatang pihak Bawaslu telah mendaftarkan Panwascam dan PKD (Pengawasan Kelurahan dan Desa) untuk mengikuti program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian artinya ketika terjadi resiko kecelakaan kerja maka yang membiayai seluruh pengobatan hingga sembuh adalah BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Syahid Wahid Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Luwuk Banggai

Syahid mengatakan, ini merupakan pengalihan resiko dari Bawaslu Balut ke pihaknya. “Kalo misalnya kemungkinan terburuknya ada petugas yang telah didaftarkan meninggal dunia diluar kerjanya sebagai Bawaslu maka ahli warisnya akan memperoleh santunan sebesar Rp.42 juta,” tuturnya

Lebih lanjut, Dia menjelaskan santunan Rp.42 Juta tersebut terdiri dari Rp.20 Juta santunan kematian, Rp.12 Juta santunan berkala dan Rp.10 Juta untuk biaya pemakaman. “Saat ini yang terdaftar di kami Panwascam 21 orang dan PKD 66 orang,” jelas Syahid

BACA JUGA :  Ketua Bawaslu Minta Panwascam Pelajari Regulasi Sesuai Pelanggaran

Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulteng mengatakan bahwa sebelumnya kerja sama ini sudah dilakukan antara Bawaslu RI dan BPJS Ketenagakerjaan pusat.

“Ini merupakan perhatian Bawaslu RI dengan adanya pilkada serentak tahun 2020 maka seluruh adhocknya harus didaftarkan,” jelas Lono perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulteng

Bawaslu dan BPJS Ketenagakerjaan melakukan kerja sama karena berkaca dari Pemilihan Presiden 2019 lalu begitu banyak pengawas yang mengalami resiko kecelakaan kerja bahkan sampai meninggal dunia.

“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Bawaslu Balut yang telah mendaftarkan para adhocknya ke kami,” tuturnya

Sementara itu, Ketua Bawaslu Balut Suparto Bungalo mengungkapkan belajar dari tahun 2019 penyelenggara banyak yang meninggal dunia, maka dari itu pihaknya berinisiatif kepada penyelenggara khususnya yang berada di kecamatan, desa dan kelurahan dijaminkan kesehatannya.

“Kita bekerja sepenuh waktu tetapi jaminan kesehatan tidak ada, sehingganya bertepatan dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan bersedia maka kita melakukan kerja sama,” ucap Suparto

Ia berharap kedepannya pihaknya dan BPJS Ketenagakerjaan bisa bersinergi lebih baik, sehingganya pengawas yang bekerja lebih termotivasi lagi dengan adanya jaminan seperti ini (NOMO/MAN)

subscribe