Foto Penanaman Mangrove (Foto Ist)
Peneliti dari Pusat Kajian Ekologi Pesisir berbasis Kearifan Lokal (PKEPKL) Jurusan Biologi, Universitas Negeri Gorontalo, Abubakar Sidik Katili, mengatakan, nilai serapan karbondioksida di kawasan mangrove yang ada di Kabupaten Pohuwato saat ini dapat dikategorikan rendah, hal ini dapat disebabkan oleh semakin menurunnya luasan tutupan hutan mangrove akibat adanya alih fungsi kawasan yg kurang mempertimbangkan penyediaan kawasan penyanggah dan green belt (jalur hijau) mangrove Terutama di kawasan Cagar Alam Tanjung Panjang (CATP) Kecamatan Randangan, Pohuwato.
Harapannya dengan adanya penanaman mangrove yang dilaksanakan ini dapat mengembalikan secara bertahap kemampuan & potensi kawasan ini menjadi salah satu kawasan yang menyerap karbon,
Selain itu Mangrove dapat memberikan kontribusi dalam menahan cepatnya dampak perubahan iklim. Hanya di Tanjung Panjang menjadi harapan untuk Pohuwato karena kawasan ini masih memiliki bentangan mangrove yang cukup luas, walaupun saat ini terjadi penurunan jumlah tutupan dan jumlah jenis mangrovenya. MAN
Halaman : 1 2

















