Survey CISA : AHY Masuk Dua Besar Capres

Foto Ketua Komisi III DPRD Banggai Laut Laongke

BALUT, KABAR BENGGAWI– Hasil survei yang dilakukan Centre For Indonesia Strategic Action (CISA) pada 27 Mei 2021 sampai 1 Juni 2021 menunjukan nama Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY masuk dua besar capres paling berpotensi. Adapun Anies Baswedan menjadi calon terkuat berdasarkan survei tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Banggai Laut, Laongke dalam release yang diterima media ini menjelaskan, survei tersebut dilakukan dengan pengambilan sampel melalui Multistage Random Sampling. Sampel terdiri dari 1.600 responden. Margin of Error 2,85% dengan tingkat kepercayaan di 95%. Wilayah Survei dilakukan di 34 Provinsi di Indonesia secara proporsional melalui Wawancara Langsung dengan menerapkan protokol kesehatan antara surveyor dan responden. Uji validitas dilakukan melalui Recheck dan Reconfirm terhadap 20% data dari 1.600 responden.

“Ketika dilakukan jajak pendapat perihal proyeksi kepemimpinan nasional di tahun 2021, masyarakat Indonesia sangat antusias untuk memberikan pilihan kepada beberapa tokoh yang berpotensi sebagai kandidat Presiden jika Pemilihan Presiden dilakukan hari ini,” ujar Laongke seperti release yang diterima media ini

Seperti Survei sebelumnya pada Bulan Februari 2021 di posisi teratas masih diduduki oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang meraih 19,20 persen kemudian disusul Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono yang mendapatkan 15,51 persen serta ditempel ketat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mendapatkan 15,33 persen. Sedangkan nama Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto mendapatkan 10,26 persen.

Menariknya di posisi 5 besar muncul nama Menteri BUMN, Erick Tohir yang mendapatkan 9,76 persen disusul oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebesar 7,55 persen serta ditempel ketat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa yang mendapatkan 7,15 persen. Adapun Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto hanya mendapatkan 3,47
persen kemudian Walikota Solo saat ini, Gibran Rakabuming Raka mendapatkan 2,43 persen dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendapatkan 1,35 persen.

“Namun masih ada sekitar 7,99 persen masyarakat yang belum menentukan sikapnya,” terangnya

Selanjutnya kata Dia, untuk menguji Elektabilitas tokoh-tokoh yang masuk 5 besar tertinggi elektabilitasnya (Anies Baswedan, AHY, Ganjar, Prabowo S dan Erick Tohir) maka dilakukan recheck terhadap 5 besar provinsi yang persebaran komposisi sampel respondennya terbesar seperti Provinsi; Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI
Jakarta dan Sumatera Utara.

Hasilnya di Provinsi Jawa Timur Ganjar Pranowo, AHY dan Prabowo cukup kuat elektabilitasnya apalagi dominasi Ganjar yang masih sulit ditumbangkan di Provinsi
Jawa Tengah.

“Sedangkan Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan AHY masih memimpin di
Provinsi Jawa Barat. Praktis, Ganjar Pranowo tumbang di Provinsi DKI Jakarta yang lebih cenderung memilih Anies Baswedan, AHY dan Erick Tohir. Namun di Provinsi Sumatera Utara peluang keterpilihan baik Anies, AHY dan Ganjar cukup proporsional sedangkan sisanya ada nama Prabowo dan Erick Tohir di provinsi tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, untuk elektabilitas Partai (Parpol) jika Pemilihan Legislatif dilakukan hari ini maka PDI-Perjuangan unggul dari parpol lainnya dan meraih 18,91 persen.
Mesin partai dan konsolidasi kader yang masih solid membuat partai ini masih cukup
kuat sampai saat ini.

“Pada posisi kedua, Partai Demokrat yang berhasil melejit dan mendapatkan 13,22 persen selanjutnya disusul oleh Partai Golkar yang meraih 11,65 persen serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendapatkan 11,20 persen,” tutur kader Partai Demokrat itu.

Sedangkan Gerindra harus terhempas dari posisi 3 besar dan mendapatkan 10,36 persen kemudian disusul oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mendapatkan
9,33 persen. Sama halnya dengan Gerindra, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) juga harus puas mendapatkan 6,43 persen.

Di posisi terakhir terdapat Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang masing-masing hanya mendapatkan 3,35 persen dan
2,88 persen. Namun ada sekitar 12,67 persen masyarakat Indonesia yang tidak/belum menentukan sikap. Hal ini pun dapat dimanfaatkan oleh parpol non DPR RI seperti Hanura, PKPI, PSI, Perindo, Berkarya dan parpol lainnya untuk memaksimalisasi konsolidasi di tingkat akar rumput. (NOMO).

error: Content Kami Lindungi !!!