Selanjutnya kata Dia, untuk menguji Elektabilitas tokoh-tokoh yang masuk 5 besar tertinggi elektabilitasnya (Anies Baswedan, AHY, Ganjar, Prabowo S dan Erick Tohir) maka dilakukan recheck terhadap 5 besar provinsi yang persebaran komposisi sampel respondennya terbesar seperti Provinsi; Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI
Jakarta dan Sumatera Utara.
Hasilnya di Provinsi Jawa Timur Ganjar Pranowo, AHY dan Prabowo cukup kuat elektabilitasnya apalagi dominasi Ganjar yang masih sulit ditumbangkan di Provinsi
Jawa Tengah.
“Sedangkan Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan AHY masih memimpin di
Provinsi Jawa Barat. Praktis, Ganjar Pranowo tumbang di Provinsi DKI Jakarta yang lebih cenderung memilih Anies Baswedan, AHY dan Erick Tohir. Namun di Provinsi Sumatera Utara peluang keterpilihan baik Anies, AHY dan Ganjar cukup proporsional sedangkan sisanya ada nama Prabowo dan Erick Tohir di provinsi tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, untuk elektabilitas Partai (Parpol) jika Pemilihan Legislatif dilakukan hari ini maka PDI-Perjuangan unggul dari parpol lainnya dan meraih 18,91 persen.
Mesin partai dan konsolidasi kader yang masih solid membuat partai ini masih cukup
kuat sampai saat ini.
“Pada posisi kedua, Partai Demokrat yang berhasil melejit dan mendapatkan 13,22 persen selanjutnya disusul oleh Partai Golkar yang meraih 11,65 persen serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendapatkan 11,20 persen,” tutur kader Partai Demokrat itu.
Sedangkan Gerindra harus terhempas dari posisi 3 besar dan mendapatkan 10,36 persen kemudian disusul oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mendapatkan
9,33 persen. Sama halnya dengan Gerindra, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) juga harus puas mendapatkan 6,43 persen.
Di posisi terakhir terdapat Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang masing-masing hanya mendapatkan 3,35 persen dan
2,88 persen. Namun ada sekitar 12,67 persen masyarakat Indonesia yang tidak/belum menentukan sikap. Hal ini pun dapat dimanfaatkan oleh parpol non DPR RI seperti Hanura, PKPI, PSI, Perindo, Berkarya dan parpol lainnya untuk memaksimalisasi konsolidasi di tingkat akar rumput. (NOMO).
Halaman : 1 2

















