Headline News

Pilkades Serentak 2021, Momentum Realisasi SDGs Desa

BANGGAI, KABAR BENGGAWI – Upaya mewujudkan 18 program Sustainable Development Goals atau SDGsDesa perlu dikaji serius bagi calon kepala desa dalam menyusun visi misinya di Pilkades serentak nanti. Pasalnya SDGsDesa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2021. Hal itu ungkapkan Ketua Sahabat Desa Nusantara Banggai Laut, Faru Kadir, Sabtu (31/7).

Faru menjelaskan, dalam perhelatan Pilkades serentak para calon kepala desa harus memahami sinkronisasi antara visi misi dan realisasi SDGsDesa.

“Antara Pilkades dan SDGs adalah dua hal yang berkaitan erat dan tidak bisa di pisahkan, pasalnya pesta demokrasi tingkat Desa tersebut memiliki pengaruh besar terhadap nasib kesejahteraan Desa dan masyarakatnya,” jelas Faru Kadir.

Maka, kata Dia, soal menjatuhkan pilihan masyarakat harus benar-benar melihat visi dan misi calon kepala desanya yang membuka peluang pada harapan kesejahteraan kolektif di 6 tahun kedepan.

Dalam rangka pembangunan Desa yang lebih Progresif menyentuh Aspek sector Rill, lewat UU No 21 tahun 2020 tentang pedoman pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, pemerintah melahirkan SDGSDesa sebagai Role pembangunan berkelanjutan di tingkat Desa.

Menurut data kementerian Desa keberhasilan pembangunan berkelanjutan atau SDGsDesa di tingkat Nasional berkontribusi sebesar 74 persen.

“Angka ini bisa dibilang besar dan juga wajar di karenakan 91 persen luas daratan wilayah Indonesia adalah Desa,” terangnya.

Dalam proram percepatan pembangunan nasional SDGs tersebut Pemerintah pusat juga memasukan SDGs dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dari tahun 2020 sampai tahun 2024.

Pemuda asal Kecamatan Bangkurung ini juga memberikan gambaran konsep pembangunan berkelanjutan SDGs di
tingkatan Desa yang di ejewatahkan ke dalam 18 program.

“Tentu bukan hanya sekedar program kerja tapi lebih pada mendorong desa menyiapkan dirinya sebagai garda depan yang memastikan kehidupan masyarakat tetap baik ditengah wabah Covid-19 yang berkepanjangan ini dan mempersiapakan loncatan pembangunan yang progresif dalam menghadapi perubahan sistem secara global ke depan,” tandasnya.

Tidak hanya itu, sela Faru, 18 Program SDGsDesa juga hadir sebagai tawaran resolusi kesejahteraan kepada semua kelompok masyarakat di desa. Bagi Mereka yang nelayan, petani, ibu rumah tangga, pekerja serabutan, pemuda, pendidik, tokoh agama, adat dan masyarakat umum lainnya akan lebih professional menjadi pemilih.

“Olehnya itu memilih kepala desa yang bervisi dan misi berdasarkan kebutuhan kesejahteraan kelompok-kelompok mereka dengan menghilangkan politik identitas yang mendarah daging pada setiap proses politik di tingkat desa,” sarannya.

Pemerintah Desa merupakan perpanjangan tangan dari negara dalam hal mengurus masyarakatnya dan memiliki peranan yang besar, maka ketika calon nahkoda pemerintahan desanya gagal menerjemahkan substansi SDGsDesa tersebut sudah pasti akan memberikan
dampak buruk bagi masa depan desa.

Hal ini berlaku juga di Banggai Laut dimana dari 63 Desa ada sekitar 30 Desa melaksanakan Pilkades serentak, tentu momentum kali ini berbeda dari tahun sebelumnya, selain pelaksanaanya di tengah wabah yang memaksakan prosesnya harus berprotokol kesehatan dan para kandidat calon kepala desa menyusun visi dan misi harus memahami tujuan pmbangunan desa yang substansial yaitu merujuk pada 18 program SDGsDesa tersebut.

Apalagi semangat pembangunan Pemerintah Daerah yang berbasis pada Kearifan Lokal yang Berbudaya telah memberikan harum harapan bagi seluruh desa. Mulai dengan pemenuhan kebutuhan nelayan di desa, investor ubi kayu, hingga percepatan pembangunan Bandara udara. Ini salah satu bukti begitu singkronnya Pembangunan Daerah dan realisasi pembangunan berkelanjutan SDGsDesa. Hal itu harus diperhatikan calon kepala desa dalam semangat berdesa khususnya 30 desa yang melaksanakan Pilkades serentak.

“Saya selaku ketua Sahabat Desa Nusantara berharap kepada setiap calon kepala desa yang akan bertarung harus menyusun visi misi yang sesuai dengan program kerja Bupati Sofyan Kaepa,” tandasnya.*(NOMO)