BANGGAI, KABAR BENGGAWI – Upacara adat Malabot Tumbe sarat akan nilai-nilai budaya dan juga tauladan dalam menjaga amanah leluhurnya. Hal itu diungkapkan Bupati Banggai Laut Sofyan Kaepa, Sabtu (4/12/2021).
“Tradisi malabot tumbe adalah upacara adat yang sakral yang didalamnya banyak mengandung pesan dan kearifan untuk diteladani,” jelas Bupati Sofyan.
Tumbe atau tumpe merupakan suatu yang pertama dan awal, dan malabot tumbe telah menjadi istilah dalam adat Banggai sebagai prosesi penerimaan telur burung maleo dari masyarakat adat batui kepada tomundo Banggai keluarga di Banggai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini telah dilaksanakan secara turun-temurun dalam kehidupan adat lokal Batui dan Banggai,” ujarnya.
Hal ini menandakan bahwa Batui dan Banggai adalah Saudara. Malabot Tumbe diartikan secara sederhana sebagai titipan pesan keluarga yang mengandung ketauladanan yang sangat tinggi untuk generasi yang ada di Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















