“Contohnya pemenuhan gizi dan pendampingan bagi keluarga yang beresiko stunting, apakah pemenuhan gizinya sudah sesuai, mendapatkan bantuan sosial secara berkesinambungan,” imbuhnya.

BKKBN Sulteng menekankan agar secara bersama melakukan penguatan ketajaman intervensi kegiatan teruatama pada keluarga yang beresiko apabila saat evaluasi ditemukan masih ada yang belum dilakukan penguatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Strategi kita, yang harus dicegah agar tidak menambah stunting adalah yang bersiko bukan yang sudah stunting karena merekalah yang berpotensi melahirkan atau menambah angka stuntung berikutnya namun tanpa mengabaikan yang sudah terpapar stuntung,” pungkasnya.
Sekedar diketahui merujuk pada data dan periode yang sama, angka prevalensi stunting di Provinsi Sulawesi Tengah turun 1.5 persen. Selain itu diketahui bahwa Total Fertility Rate (TFR) di Banggai Laut berada di atas rata-rata nasional maupun provinsi, yakni 2.4. Sedangkan pada skala nasional 2.1 dan provinsi 2.3. (Adv)
Penulis : Nomo
Editor : –
Halaman : 1 2

















