Di tahun 2020, YPI mencatat bahwa lebih dari 12 ribu item produk penyu sisik ditemukan untuk diperdagangkan. Padahal menurut penelitian, populasi penyu saat ini sangat mengkhawatirkan terutama penyu sisik yang telah mengalami penurunan hingga 90% dalam 100 tahun terakhir. Hal ini diduga akibat dari perburuan yang terus terjadi untuk dijadikan bahan souvenir atau perhiasan.
“Edukasi sejak dini terhadap pelajar ini sangat penting,” kata Bhary Djumaan. “Kami berharap pengetahuan yang mereka peroleh dapat ditularkan kepada orang lain, agar generasi muda turut mencintai, menyayangi, dan peduli terhadap penyu.” kata Bhary.
Ia berharap agar semua pihak, khususnya generasi muda, turut peduli dan melaporkan kegiatan perburuan atau perdagangan penyu kepada pihak yang berwajib.
Guntur A Sabeha, Ketua Dimisioner PECITA, menambahkan apresiasi kepada teman-teman YPI dan AlTo atas upaya edukasi ini. “Memberikan pemahaman bahwa satwa yang terancam punah dilindungi sejak dini sangat penting, kalau tidak mereka akan hanya dapat cerita saja,” ujarnya. (***)
*) Info lebih lanjut terkait Yayasan Penyu Indonesia Bhary Djumaan : 082194463838,
Halaman : 1 2


















