Tunjuk angka 168 Hijriyah pada batu nisan dapat dipastikan bahwa Islam masuk ke daerah ini berkisar abad ke-8 atau 672 Masehi.
Pada situs memuat kuburan Imam Sya’ban oleh masyarakat setempat selalu dinyatakan bahwa, dengan ini dapat disimpulkan basis penyebaran Islam pertama di wilayah Indonesia Timur atau mungkin sampai pada Indonesia bagian barat dimulai dari kerajaan Banggai.
Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sulawesi Tengah, Zubair Butudako menjelaskan posisi strategis Kuburan Imam Syaban dalam jalur pelayaran dan perdagangan di Nusantara, menguraikan riwayat Imam Syaban dalam literature maupun oral history masyarakat setempat, serta menganalisis keberadaan Imam Syaban sebagai tokoh Ulama yang membangun Islam kosmopolitan di Banggai Kepulauan di abad ke-8 hingga Agama Islam mengalami perkembangan di wilayah Banggai Kepulauan.
Untuk memahami perjalanan agama di sepanjang jalur rempah-rempah, perlunya mempertimbangkan wilayah dan ruang lingkup jalur rempah itu sendiri. Rute rempah-rempah adalah jaringan perdagangan laut dan darat antara zaman kuno dan abad pertengahan. Rute tersebut membentang dari Timur Tengah ke India, Asia Tenggara, dan Cina yang dikendalikan oleh berbagai kerajaan.
Perdagangan rempah-rempah juga secara signifikan membentuk agama, ekonomi, dan budaya pada kawasan tersebut, serta meninggalkan dampak abadi pada sejarah dunia. Menurut Teori Mekkah yang digagas oleh Hamka (1958) bahwa masuknya Islam ke Indonesia adalah langsung dari Arab atau Mekah yang berlangsung pada abad pertama tahun hijriyah atau ke 7 M.
Terdapat dua jalur rempah yang melintasi Wilayah Sulawesi Tengah, yaitu jalur Selat Makassar dan jalut Selat Maluku. Dua jalur ini yang melibatkan wilayah Sulawesi Tengah masuk dalam jalur perdagangan rempah di Nusantara. Salah satu bukti arkeologis adalah kuburan Imam Syaban di Lolantang Banggai Kepulauan.
Bentuk peninggalan dari Imam Sya’ban ini yaitu situs berupa kuburan, yang mana terdapat dua kuburan disitus tersebut yaitu kuburan Kuno yang dianggap sebagai Raja Banggai di abad ke-8 dan Imam Sya’ban yang mana pada masa itu masuk Imam Sya’ban untuk memperkenalkan agama islam di wilayah tersebut.
Zubair Butudako juga menjelaskan bahwa terdapat tiga fakta dari situs kuburan tersebut yakni adanya peradaban islam (islam kosmopolitan) tertua di Sulawesi Tengah, situs kuburan menunjukkan bahwa wilayah Sulawesi Tengah adalah salah satu destinasi di Jalur rempah nusantara dan komunitas islam tertua di Banggai adalah salah satu bukti islam tertua di Nusantara.
Editor : Nomo
Halaman : 1 2

















