Pemerintah Provinsi juga mendorong sinergi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani agar potensi durian benar-benar memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Upaya ini sejalan dengan visi “Berani Nambaso” untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penguatan sektor unggulan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan apresiasi atas capaian ekspor durian Sulawesi Tengah. Ia menilai sektor hortikultura, khususnya durian, memiliki peluang besar di pasar Tiongkok yang sangat luas.
Selain itu, ia menegaskan bahwa program transmigrasi ke depan tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi berorientasi pada pengembangan potensi ekonomi wilayah.
Sulawesi Tengah, khususnya kawasan Parigi Moutong hingga Poso, diproyeksikan menjadi koridor ekonomi hortikultura yang terintegrasi dengan dukungan investasi dan infrastruktur.
Turut hadir Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean, anggota Komisi XI DPR RI Ellen Esther Pelealu, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Dr. Endi Sutendi, S.I.K., S.H., M.H., Para Walikota dan Bupati, anggota DPRD Sulawesi Tengah, Unsur-unsur Forkompimda, kepala organisasi perangkat daerah, serta perwakilan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apudurin), dan para petani durian.
Halaman : 1 2

















