Politisi dapil Kalimantan Tengah itu juga mengingatkan bahwa Garuda Indonesia adalah perusahaan yang punya sejarah panjang di negeri ini. “Apalagi ini perusahaan publik dengan prestigedan sejarah panjang bagi republik ini, maka manajemen harus ambil keputusan yang berani,” ungkapnya.
Lebih lanjut Mukhtarudin juga mendorong manajemen agar memikirkan persoalan cashflow(arus kas) perusahaan. Ia menanyakan bagaimana upaya perusahaan memperoleh modal, apakah cashflow cenderung stagnan atau adakah kemungkinan penyertaan modal kembali.
Sebab ia melihat, perusahaan ini ibarat sedang jatuh sakit. Dimana perusahaan yang tengah sakit ini masih bekerja keras dan berjalan jauh. Padahal badan yang sakit memerlukan istirahat dan pengurangan aktivitas. “Saya kira itu penting dilakukan, kalau tidak, tentu kurang baik bagi Garuda di masa depan,” tutupnya. (ah/sf)
Halaman : 1 2

















