SENAYAN, KABAR BENGGAWI – Anggota DPR RI Slamet Ariyadi menyerahkan pandangan Fraksi PAN terhadap Nota Keuangan dan RAPBN 2022. Dalam pandangan fraksi tersebut, fraksi PAN melihat bahwa Nota Keuangan dan RAPBN 2022 disusun oleh pemerintah dengan asumsi dasar yang sangat vital, yakni mengandung optimisme untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal sebelum tahun 2022. Namun di sisi lain, hal tersebut tidak dinyatakan secara tegas dan eksplisit.
F-PAN mengingatkan, meski jumlah kasus harian Covid-19 menunjukkan tren menurun di bulan Agustus 2021. Namun di sisi lain, perkembangan vaksinasi di Indonesia masih relatif lambat. Oleh sebab itu, F-PAN mengingatkan agar pemerintah secara ketat memonitor dua variabel yaitu status transmisi Covid-19 serta cakupan vaksinasi penuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
F-PAN juga memberi dukungan penuh kepada pemerintah untuk melakukan penyesuaian anggaran secara fleksibel dan cepat melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020, dengan tujuan mempercepat penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
Terkait RAPBN Tahun Anggaran 2022, F-PAN memberikan sejumlah catatan. Yakni, di sisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan pemerintah sebesar 5,0-5,5 persen hanya bisa tercapai jika status transmisi Covid-19 rendah dan kekebalan komunal tercapai.
Dari sisi penerimaan pajak yang ditargetkan tumbuh sebesar Rp1.506,9 triliun pada 2022, F-PAN menyarankan Kementerian Keuangan agar tidak hanya menerapkan business as usual dalam menggenjot penerimaan negara. Perlu lebih kreatif mengejar penerimaan negara dengan memanfaatkan teknologi informasi dan informasi intelijen.
Selain itu, untuk reformasi struktural, F-PAN meminta agar reformasi struktural tidak hanya mengandalkan pajak dari masyarakat, namun juga BUMN. BUMN dinilai harus memberikan sumbangan yang signifikan dalam mendorong agenda-agenda reformasi struktural yang diusung pemerintah. BUMN diharapkan dapat menjadi bagian penting dari reformasi struktural.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















