Terkait dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), F-PAN meminta agar penetapan target ini harus didukung dengan berbagai kebijakan strategis. Di sisi lain, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan target Rp321,2 triliun juga sangat penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang pada gilirannya akan memperbaiki kinerja penerimaan perpajakan pada tahun depan.
Kemudian, permasalahan Perlindungan Sosial (Perlinsos), Fraksi PAN juga mengapresiasi program tersebut dijalankan dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19. Namun, di sisi lain, juga mengingatkan secara khusus bahwa anggaran Perlinsos tersebut sangat rentan terhadap KKN sehingga beresiko tidak tepat sasaran dan tidak tepat manfaat.
Terkait belanja pemerintah pusat yang ditargetkan sebesar Rp1.938,3 triliun, F-PAN memahami telah terjadi penurunan belanja modal pemerintah. Namun demikian pemerintah diminta tetap mengoptimalkan belanja modal tersebut dengan kebutuhan yang mendesak masyarakat.
Untuk transfer dana desa ke daerah, F-PAN meminta agar pemerintah pusat dapat mengoptimalkan dan mengarahkan pemanfaatan belanja untuk pemulihan kesehatan, perlindungan sosial dan ekonoi masyarakat serta peningkatan vaksinasi masyarakat.
Terakhir, menyangkut penurunan angka kemiskinan, pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan dari 10,19 persen menjadi 8,5 persen. F-PAN menilai, target tersebut cukup realistis jika pandemi sudah terkendali dan roda perekonomian dapat berjalan normal baik dunia usaha maupun konsumsi.(bia/es)
Halaman : 1 2


















