Dana Abadi Perguruan Tinggi, Memvisualisasikan Kegagalan Negara

- Jurnalis

Selasa, 26 Juli 2022 - 17:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegagalan dalam memandang pendidikan tak bisa dilepaskan dari paradigma penerapan kapitalisme sekularisme. Sistem yang menjadi dalang dari problematika pendidikan hari ini. Pendidikan hanya dijadikan sarana transfer ilmu yang bernuansa pada pencapaian persaingan global sehingga makin meningkatkan kualitas pasar modal, ujung-ujungnya meraih keuntungan. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan ini mampu menumbuh suburkan kebijakan tanpa ada garis merah. Segala kebijakan dipandang boleh atas dasar spekulatif manusia. Inilah yang menjadikan pendidikan hari ini gagal moral dan cenderung mementingkan diri sendiri. Mirisnya, kegagalan sistem hari ini masih dilestarikan dan terus dipertahankan. Oleh karena itu, umat tidak boleh bersikap abai dengan kondisi pendidikan saat ini.

Berkaca pada Islam, kondisi ini tentu berbeda dengan sistem kapitalisme sekularisme. Hal tersebut pernah dipraktikkan pada masa kejayaan Islam dalam kurun waktu 14 abad. Kejayaan Islam terjadi pada masa berdirinya khilafah, negara yang menerapkan sistem pemerintahan Islam. Khilafah membidik pemuda dengan pendidikan berbasis Islam hingga tepat sasaran dan mampu menciptakan peradaban gemilang yang sering disebut zaman keemasan.

Kurikulum pendidkan Islam senantiasa berasaskan akidah Islam, bukan yang lain. Asas akidah Islam menghantarkan pendidikan untuk membentuk kepribadian yang islami dengan merubah pola pikir dan pola sikap sesuai dengan Islam. Dengan berasakan akidah Islam, bukan berarti khilafah melupakan pendidikan sains dan terapan. Pendidikan ilmu sains dan terapan akan disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan peserta didik. Khilafah tidak menggunakan pendidikan untuk mencapai keuntungan, apalagi memprioritaskan pendidikan hanya untuk pencapaian qualiti negara dipandangan global, dibandingkan meningkatkan kepribadian peserta didik.

Khilafah memahami bahwa negara memiliki kewajiban dalam membiayai pendidikan bagi seluruh rakyat. Memastikan tidak ada yang kesulitan dalam menempuh pendidikan, kesiapan dan ketepatan negara sangatlah dibutuhkan. Maka biaya pendidikan dalam khilafah tidak melejit mahal layaknya hari ini. Pembiayaan pendidikan menjadi urusan negara dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan berkualitas serta membayar gaji para pendidik dengan harga yang tinggi.

Ketersediaan pendidikan berkualitas, gratis dan memadai tak dapat dipisahkan dari keberhasilan negara dalam mengelola ekonomi. Hal tersebut dapat dilihat dari terbentuknya lembaga pengelolaan keuangan negara yang disebut baitul mal. Di dalam baitul mal terdapat tata kelola yang terstruktur dan akurat. Baitul mal memiliki sumber pendapatan dan ketepatan dari sumber pengeluaran yang akan diberikan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan. Baitul mal akan dimanfaatkan khilafah dalam membiayai pendidikan. Sumber baitul mal yang dimanfaatkan berasal dari harta kepemilikan umum yang di operasionalkan demi kepentingan seluruh elemen masyarakat. Selain itu, pengelolaan ekonomi khilafah yang jauh dari sistem ribawi mampu meningkatkan perekonomian.

Keterhambatan pendidikan biasanya terjadi karena biaya pendidikan yang terpaut mahal. Khilafah tidak akan membiarkan masyarakat tertinggal dalam penguasaan ilmu sains dan terapan apalagi tidak adanya pendidikan berbasis aqidah. Sehingga, khilafah berhasil menyediakan pendidikan gratis dan memadai yang mampu menciptakan generasi berpendidikan dan berakhlak moral yang baik sesuai dengan tuntutan aqidah. Oleh karena itu, tidak hanya kemajuan sains dan teknologi semata tetapi juga kemajuan taraf berpikir masyarakat, persaingan akan mudah dilakukan.(*)

Follow WhatsApp Channel www.kabarbenggawi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Rekomendasi untuk Anda

Peringatan Hari Anak Nasional, Hanya Seremoni Tak Wujudkan Perlindungan Anak Hakiki
Maraknya Kekerasan Seksual, UU TPKS Harus Diterapkan: Solusikah?
Banner Ayok Sukseskan STQH
Bilqis Faiha Aulia, Bocah Kelahiran Banggai Laut Yang Berprestasi | Inspirasi
Berita ini 12 kali dibaca

Rekomendasi untuk Anda

Rabu, 27 Juli 2022 - 10:19 WITA

Peringatan Hari Anak Nasional, Hanya Seremoni Tak Wujudkan Perlindungan Anak Hakiki

Selasa, 26 Juli 2022 - 17:11 WITA

Dana Abadi Perguruan Tinggi, Memvisualisasikan Kegagalan Negara

Selasa, 26 Juli 2022 - 17:07 WITA

Maraknya Kekerasan Seksual, UU TPKS Harus Diterapkan: Solusikah?

Jumat, 27 Agustus 2021 - 08:55 WITA

Banner Ayok Sukseskan STQH

Jumat, 11 Juni 2021 - 10:09 WITA

Bilqis Faiha Aulia, Bocah Kelahiran Banggai Laut Yang Berprestasi | Inspirasi

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Sofyan Kaepa Hibahkan Mobil Operasional untuk PMI

Rabu, 29 Apr 2026 - 11:22 WITA

Advertorial

Lantik Pengurus DPPI Banggai Laut Ini Pesan Bupati Sofyan Kaepa

Selasa, 21 Apr 2026 - 11:20 WITA