Kapitalisme Tak Mampu Melindungi Anak
Tentu banyak faktor yang menyebabkan anak Indonesia belum terlindungi. Terkait persoalan anak putus sekolah misalnya, bisa disebabkan karena menikah, menunggak SPP atau bekerja membantu orang tua. Bisa juga kecanduan game online yang akhirnya malas ke sekolah. Hal ini karena sistem kehidupan yang dijalankan berdasarkan kapitalisme telah memberikan dampak besar dalam peningkatan angka kemiskinan. Kemiskinan memang menjadi sebab mendasar berbagai persoalan.
Sistem ekonomi kapitalisme hanya berpihak pada yang kaya dan memiskinkan rakyat yang lemah. Dengan prinsip ekonomi pasar bebas, hanya bermodal yang mampu memenuhi kebutuhan hidup dengan layak. Sedangkan yang miskin, makin tak mampu, lemah tak berdaya. Hal ini tentu akan berdampak buruk pada anak. Tak heran, anak putus sekolah, terpaksa bekerja atau dinikahkan paksa adalah kenyataan hidup yang terjadi. Beban berat orang tua dan kerasnya kehidupan berujung terjadinya kekerasan pada anak.
Di sisi lain, kapitalisme dengan salah satu prinsip kebebasannya yakni kebebasan berperilaku, membuat manusia bisa berbuat apa saja untuk memenuhi hasrat dan hawa nafsunya, termasuk kekerasan kepada anak yang seharusnya dilindunginya. Sementara Kasus bullying akibat pendidikan sekuler, memisahkan agama dari kehidupan. Membuat individu hilang rasa kemanusiaan, tidak peduli pada sesama, menjadi manusia liberal, tidak takut akan dosa apalagi Pencipta.
Sistem kapitalisme juga telah memberikan ruang sebebas-bebasnya kepada manusia untuk membuat hukum sesuai akal pikirannya. Padahal manusia makhluk lemah, tentu akan berakibat pada aturan yang dibuat. Akhirnya, membuat kejahatan tak mampu dicegah dan diberantas. Hal ini karena sebagus apapun aturan yang dihasilkan, pelanggaran tetap pasti terjadi karena aturan bersumber dari hawa nafsu manusia. Bahkan undang-undang perlindungan anak sudah direvisi beberapa kali. Berbagai program pemerintah untuk melindungi anak dari kekerasan juga sudah ditetapkan. Nyatanya, tak mampu mencegah dan memberantas kekerasan seksual pada anak. Semua Ini menunjukkan sistem kapitalisme tak mampu memberikan perlindungan terhadap anak.
Islam Mampu Memberikan Perlindungan Hakiki Anak
Islam adalah agama sempurna mengatur seluruh aspek kehidupan. Termasuk masalah perlindungan anak. Perlidungan anak akan terwujud bila mengikuti syariat-Nya. Seluruh aturan Allah ditegakkan secara kafah. Dalam Islam, negara wajib memberikan perlindungan kepada seluruh rakyatnya, memberikan kesejahteraan dan keamanan termasuk kepada anak. Sehingga anak dapat hidup dengan aman, nyaman, dan tumbuh berkembang dengan sempurna.
Islam mewajibkan anak yang belum balik berada di bawah pengasuhan orang tua yang sejahtera. Dengan demikian, tidak ada lagi anak terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Karena bila orang tua tidak mampu, negara telah menjamin pemenuhan seluruh kebutuhan dasar dan pokoknya. Baik secara langsung maupun tidak langsung seperti kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Juga pendidikan, kesehatan, dan keamanan.
Dengan sistem ekonomi Islam, semua rakyat dipastikan hidup sejahtera. Selain itu, Islam juga memiliki sistem kesehatan yang menjamin setiap anak dapat memenuhi layanan kesehatan bahkan secara gratis. Sehingga anak menjadi sehat, tumbuh kembang optimal.
Islam juga memiliki sistem pendidikan yang berkualitas, bisa dinikmati secara gratis. Sehingga, setiap anak dapat bersekolah sampai ke jenjang perguruan tinggi tanpa memikirkan biaya. Sistem pendidikan dijalankan untuk menghasilkan kepribadian Islam. Individunya dibentuk agar memiliki keimanan yang kokoh yakni keimanan kepada pencipta, Allah Swt. dan beriman kepada hari akhir. Sehingga, setiap individu menyadari bahwa semua perbuatan akan diminta pertanggungjawaban di hari akhir kelak. Dengan keimanan yang kuat, semua individu termasuk orang tua, akan memberikan perlindungan kepada anaknya dengan sempurna.
Demikian juga masyarakat, akan dijauhi dari sikap liberal, individual, emosional yang menjadi pemicu sikap perundungan atau bullying pada anak. Adanya ketakwaan, akan membuat penguasa membuat dan menetapkan aturan bersumber dari Pencipta. Memastikan semua anak terlindungi dan terhindar dari segala ancaman dan mara bahaya. Sehingga, penerapan Islam secara kafah adalah solusi terbaik yang mampu memberikan perlindungan anak secara hakiki.(*)
Halaman : 1 2

















