AdvertorialHeadline News

Dinkse dan KB Gelar Kegiatan Audit Kasus Stunting Di Dua Kecamatan

BANGGAI, KABAR BENGGAWI– Berdasarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan Penurunan Stunting dalam rangka mencapai target RPJMN tahun 2024 dengan angka prevalensi stunting menjadi 14% dengan fokus penanganan melalui intervensi spesifik dan sensitif yang berfokus pada kelompok sasaran yang meliputi remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas dan anak berusia 0 sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB yang di Wakilkan Kabit KBKS Alimudin mengatakan, Manajemen Audit Kasus Stunting tingkat kecamatan dilaksanakan pada 2 Kecamatan lokus yakni kecamatan Bokan Kepulauan dan Kecamatan Labobo sebagai lokus stunting tahun 2023.

BACA JUGA :  Kejari Balut, Musnakan 43 Barang Bukti

Kegiatan Manajemen Audit Kasus Stunting tingkat kecamatan bokan kepulauan dilaksanakan mulai tanggal (21/06)  di 8 desa lokus, Desa timpaus, Sonit, Kasuari, Paisubebe, Kokudang, Bolokut, Mandel dan desa Mbuang-Mbuang.

Untuk Kecamatan Labobo Pelaksanaan Manajemen Audit Kasus Stunting dilaksanakan gedung BPU kecamatan labobo pada tanggal (27/06) dengan menghadirkan TPPS tingkat Kecamatan dan TPPS desa Liputalas sebagai desa lokus stunting.

Tujuannya kegiatan ini mensosialisasikan manajemen audit AKS termasuk didalamnya pengisian lembar kertas kerja stunting.

Audit kasus stunting untuk mengidentifikasi risiko dan penyebab risiko pada kelompok sasaran berisiko stunting, yaitu calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui atau nifas dan baduta atau balita berdasarkan data e-PPBGM dan data eLSIMIL serta Data Google Form terkait dengan ibu Hamil,ibu Pasca Salin dan Calon Pengantin yang diperoleh melalui Tim Pendamping Keluarga di Tingkat Desa.

BACA JUGA :  Gawat! Berakhir Masa Tugas, Pj Bupati Banggai Kepulauan Terjadi Kekosongan ?

Jika ada kasus berat kata Alimudin maka akan di tindak lanjuti oleh Tim Audit Kasus Stunting Kabupaten yang akan melibatkan Tim Tekhnis dan Tim Pakar atau dokter ahli anak dan kandungan serta ahli gizi.

“Jika dilapangan terdapa kasus berat maka akan di tindak lanjuti oleh tim audit,” ungkap Alimudin

Selanjutnya Pakar Audit akan presentasikan hasil penilaian kasus berat tersebut pada pertemuan diseminasi audit kasus stunting dihadapan TPPS Kabupaten. OPD yang tergabung dalam TPPS akan melakukan intervensi spesifik dan intervensi sensitif kasus yang tersebar di 2 Kecamatan Lokus tahun ini dengan sumber daya yang dimiliki oleh   OPD yang tergabung dalam TPPS Kabupaten.

BACA JUGA :  Gawat! Berakhir Masa Tugas, Pj Bupati Banggai Kepulauan Terjadi Kekosongan ?

“Ini rangkaian penanganan Stunting yang kami lakukan dilapangan,” tutupnya. Man