Ia memaparkan, isu santet (doti) mulai merebak dikeluarga EL setelah anaknya beberapa kali kesurupan (ketempelan), yang diasumsikan terkena santet (doti) oleh keluarga FL.
Dalam mediasi yang menghadirkan Tokoh Agama, Ustad Lukman Hamid tersebut terungkap fakta bahwa isu “ba doti” santet atau guna-guna adalah berita palsu yang belum tentu kebenarannya.
“Kedua belah pihak akhirnya saling memaafkan,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Luwuk berterima kasih kepada semua pihak, di antaranya Bhabinkamtibmas yang merespon isu ini sehingga tidak terjadi perselisihan yang berujung kekerasan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mendamaikan warga kami,” pungkasnya. *** Humas Polres Banggai
Halaman : 1 2

















