PeristiwaSosial Budaya

Mahasiswa Banggai Kepulauan di Makassar Gelar Aksi Tolak Tambang Batu Gamping

MAKASSAR, KABAR BENGGAWI – Upaya untuk melakukan penolakan tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan terus bergulir dari sejumlah kalangan. Kali ini datang dari Ikatan Keluarga Mahasiswa Banggai Kepulauan Makassar (IKMBM).

Aksi damai penolakan tambang batu gamping itu digelar di kawasan Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat jalan Jenderal Soedirman, Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 10 Juni 2024.

Dalam orasinya mereka menegaskan menolak keras rencana pertambangan batu gamping yang ada di Banggai Kepulauan.

Tak hanya itu para mahasiswa/mahasiswi itu mendesak agar Pemerintah Banggai Kepulauan dan pihak terkait untuk segera mencabut izin usaha pertambangan yang telah ada.

“Kami minta Pemerintah Daerah bisa mendengar suara rakyat dibandingkan isi dompet,” tegas mereka.

BACA JUGA :  Ketua KPU Syahrudin M.Tintis Minta Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Isu SARA dan Hoax Pilkada

Riset Mongabay data Minerba One Map Indonesia ESDM per 1 Desember 2023 menyebut, sudah ada sekitar 29 perusahaan memiliki izin seluas 3.174,79 hektar.  Sebanyak 28 perusahaan masih pencadangan, satu sudah memiliki izin operasi produksi.

Catatan Koalisi Advokasi Karst Sulawesi Tengah menyebut, masih ada puluhan perusahaan lagi yang sedang memohon penyesuaian tata ruang ke Forum Penataan Ruang (FPR) Banggai Kepulauan untuk menambang.

Masifnya investasi penambangan batuan gamping di Pulau Peling ini,  khawatir membawa malapetaka bagi kehidupan masyarakat sekitar. Belum lagi, model penambangan dengan bahan peledak (dinamit).

BACA JUGA :  Biadab! Bocah SD di Banggai Dicabuli Hingga Dijual Pacarnya ke 6 Pria Hidung Belang

Ditambah lagi, pembukaan lahan skala luas diprediksi terjadi serta lalu lintas kendaraan pengangkut dan sedimentasi juga berpotensi mencemari laut.

Sekedar diketahui kawasan karst Banggai Kepulauan sudah dilindungi berdasarkan Perda Bangkep Nomor 16/2019 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karst Banggai Kepulauan.

Penulis : Purnomo Lamala