BeritaHeadline NewsSosial Budaya

Anggaran Sewa Sekretariat Mahasiswa di 6 Kota Dicoret Pemkab Banggai Kepulauan

BANGGAI KEPULAUAN, KABAR BENGGAWI – Setidaknya ada enam anggaran sewa sekretariat mahasiswa Banggai Kepulauan yang tersebar di beberapa kota Indonesia dicoret oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai Kepulauan pada dokumen usulan Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Tahun Anggaran 2025 mendatang.

Enam anggaran sewa sekretariat yang dihapuskan yakni IPBK-Palu, KAMIMO-Luwuk, KPMI-Gorontalo, IKMB-Makassar, IPPMBK-Yogyakarta dan MMPP-Manado.

Berdasarkan hasil penulusuran pembina Ikatan Keluarga Mahasiswa Bangkep (IKMB-Makassar) Aprianto Siduan menyatakan awalnya anggaran sewa sekretariat telah diusulkan oleh bagian Kesra namun ketika proses rasionalisasi dokumen, usulan tersebut akhirnya coret.

BACA JUGA :  2 Kali ke RSUD Luwuk, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura Besuk Kembali Wagub Mamun Amir

“Awalnya memang ada usulan itu berkisar Rp30juta hingga Rp35 juta pertahun di masing-masing sekretariat namun saat ini usulan itu sudah sudah tidak ada di dokumen,” jelas Aprianto melalui pesan singkat WhatsApp.

Aprianto menyatakan bahwa alasannya Pemkab melakukan penghapusan anggaran tak hanya terjadi pada belanja sewa sekretariat mahasiswa namun terjadi juga pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Dengan dalih semua pengurangan terjadi di dinas-dinas tapi kalo sewa sekretariat kan semestinya tak perlu dihilangkan, itu sudah jadi belanja rutin saban tahun,” bebernya.

Tak hanya itu, Apri juga menyebut bahwa menurut mereka sewa sekretariat mahasiswa tak memiliki efektifitas atau peranan terhadap pembangunan daerah.

“Ada pernyataan bahwa dimana peran mahasiswa terhadap daerah..? Saya rasa tidak logis justru mahasiswa dan pendidikan itu aset daerah,” timpalnya.

BACA JUGA :  Gubuk Tua dan Janda tiga Anak Hidup Memprihatinkan

Ditanya terkait siapa yang menyatakan demikian, Aprianto menyebut salah satu
ASN di lingkup Pemkab Banggai Kepulauan.

“Saya rasa ini ibu tidak paham pentingnya mahasiswa menjadi salah satu pengawal kebijakan publik dan aset daerah kedepan, padahal itu ibu seorang Kabid,” tukasnya kesal.

Selain itu, Ia mengajak mahasiswa dan senior ataupun alumni yang lahir dan masih bernaung di enam organisasi daerah tersebut agar bersama-sama memperjuangkan anggaran sewa sekretariat.

Penulis : Nomo