Ia juga mengatakan tidak menghiraukan tentang adanya presepsi negatif masyarakat akan statusnya sebagai lulusan sarjana yang memilih berjualan makanan. Ia mengaku tidak peduli karena hal tersebut merupakan resiko pekerjaannya “Saya tidak terlalu ambil pusing soal stigma lulus sarjana jadi penjual warung makan, toh ini memang resiko pekerjaan saya”.ujarnya
Warung makan miliknya, pelanggan yang berkunjung juga disediakan wifi gratis ” iya itu sebagai bentuk pelayanan untuk pelanggan saya sediakan wifi gratis di burjo”ujarnya.
(Nomo/Man)

Halaman : 1 2

















