Wenny Bukamo maju menggandeng Ridaya Laode Ngkowe dilain pihak Tuty Hamid juga maju didampingi Richard Manuas sebagai calon wakil bupati.
Memang, selaku petahana, Wenny juga Tuty tentu punya potensi cukup untuk menata basis-basis pemilih. Namun fakta bahwa mereka bersimpang jalan juga tak bisa dipungkiri bakal membentuk belahan besar loyalis mereka di akar rumput.
Menarik pula dibahas, bahwa ternyata pemain lama bukan hanya mereka. Di sana ada Sofyan Kaepa yang dulu pernah jadi lawan tanding di 2015.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengajak politisi PKS, Ablit Hi. Ilyas sebagai wakil, Sofyan Kaepa nampaknya ingin memelihara kesan lama dengan tetap mempertahankan tagline Basoka (Barisan Sofyan Kaepa,red) meskipun kini dengan tambahan Solit di belakangnya.
Kenyataan ini bisa jadi beban psikologis yang tak ringan untuk tim pemenangan Wenny maupun Tuty Hamid. Karena sejatinya, dipilkada kemarin, mereka hanya menang tipis dengan selisih 700 suara diatas Basoka.
Apalagi kini koalisi petahana itu pecah.
Sementara dibalik bayang-bayang Sofyan-Ablit yang terus mengancam masih ada lagi sosok pesaing baru yang tak bisa disepelekan begitu saja yakni pasangan Rusli Banun-Asgar Badalia.
Akankah petahana bertahan atau harus merelakan tahtanya, saat ini sejarah sedang menyusun rencana. (SBT)

Halaman : 1 2

















