Nusron menyebutkan biaya pengiriman barang di sejumlah wilayah timur Indonesia justru lebih mahal dibandingkan ke luar negeri. “Biaya angkut dari Papua ke Jawa jauh lebih mahal, daripada ngangkut gula dari Thailand ke Indonesia. Inilah kenapa orang tidak mau membangun pabrik gula di Merauke meski sudah dikampanyekan adanya food estate,” imbuhnya.
“Sejauh mana kepastian kontribusi integrasi IPC ini terhadap penurunan biaya logistik yang lebih murah dan mampu menurunkan angka inflasi kita. Meskipun, selama 5 tahun terakhir ini angka inflasi kita sudah di bawah 5 persen, kalau bisa tidak lebih dari 4 persen,” tandasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pelindo II Arif Suhartono menyebutkan integrasi Pelindo akan memberikan manfaat besar bagi konektivitas maritim di Indonesia. “Penggabungan Pelindo akan meningkatkan konektivitas dan produktifitas secara efisien. Dengan kinerja yang lebih bagus, hal ini tentu memberikan dividen pajak yang lebih bagus,” katanya.
Selanjutnya, penggabungan Pelindo juga akan menciptakan pengembangan konektivitas untuk daerah yang berfungsi sebagai pemasok dan pemenuhan kebutuhan bahan makanan pokok serta tempat produksi (hinterland). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing logistik di Indonesia yang selama ini dianggap kurang optimal. (ann/sf)
Halaman : 1 2

















