
Baubang Tunggul merupakan upacara untuk menandakan telah selesainya proses pelaksanaan kegiatan Mabangun Tunggul.
“Ini merupakan wujud kebersamaan dan persatuan masyarakat Banggai telah dilaksanakan sejak ribuan tahun yang lampau,” katanya.
Bupati juga berharap melalui upacara adat ini diharapkan agar nantinya masyarakat dapat menjalin serta mempererat hubungan silaturahmi antar masyarakat adat.
“Dan memupuk rasa saling mencintai sesama masyarakat adat,” tandas politisi yang dikenal rendah hati tersebut.
Disisi lain, melalui upacara adat Mabangun hingga Baubang Tunggul, masyarakat akan semakin mengetahui sekaligus memahami ragam budaya Banggai.
“Hingganya kita dapat mencerminkan jati diri dan selalui menjaga budaya berkearifan lokal ini,” ungkapnya. (*) NOMO/Adv
Halaman : 1 2

















