Sementara itu, Lahami Lagasi menandaskan, bahwa kelangkaan BBM jenis solar sering berulang dan terjadi ketika saat proyek berjalan, Politisi PKS ini menduga ada kongkalingkong antar pemilik SPBU dengan para kontraktor.
“Ini BBM saya perhatikan, nanti musim-musim proyek begini, baru terjadi kemahalan, berarti ada main teman-teman di SPBU, olehnya itu perlu dilakukan pengawasan ketat,” katanya.
Tidak hanya itu berdasarkan temuan dilapangan, Lahami menemukan bahwa ada rekomendasi yang masih digunakan padahal nama orang yang dipakai rekomendasinya telah meninggal dunia.
“Ada yang sudah meninggal tapi namanya masih dipakai,” katanya.
Berdasarkan RDP tersebut DPRD Banggai Laut mengeluarkan rekomendasi kepada Pemkab agar segera ditindaklanjuti secapatnya yakni :
1. Meminta kepada pemda agar menyurat ke PT Pertamina agar menambah kuota pertalite di SPBU Timbong, SPBU Kendek, SPBU Dungkean, SPBU Kaukees, SPBU Labobo agar tidak terjadi kelangkan BBM
2. DPRD meminta pemda agar menyurat dan meminta jatah kuota pertalite untuk masyarakat Banggai Laut, karena selama ini, kuota hanya dari luwuk menggunakan kapal laut.
3. DPRD meminta agar pemerintah lewat dinas perhubungan memanggil pemilik kapal penumpang antar pulau di banggai laut, tidak menaikkan tiket kapal, karena kapal mendampatkan BBM bersubsidi dari pemerintah, dan kapal penumpang yang belum dapat BBM bersubsidi agar di fasilitasi oleh dinas perhubungan.
4. DPRD meminta agar pemda menolak rekomendasi BBM solar bersubsidi dari masyarakat Bangggai Kepulauan, karena di Banggai Kepulauan sudah ada 4 SPBU yang beroperasi, sehingga masyarakat banggai laut tidak lagi terjadi kelangkaang BBM jenis solar seperti saat ini.
5. DPRD meminta agar pemda bersama pihak keamanan TNI/ Polri mengawasi jalannya proses distribusi BBM jenis solar kepada masyarakat dan menindak para makelar BBM bersubsidi.
Penulis : Nomo
Editor : –
Halaman : 1 2

















