Guna memaksimalkan fungsi satgas, ia berharap perlu sinergitas, kerjasama dan adanya komunikasi yang terbuka antara satgas dan OPD terkait, sehingga pelaporan secara berkala akan dapat terlaporkan dari masing-masing Kabupaten dan kota dengan lingkup 5 program tematik yakni : Minilokarya, Audit Kasus Stunting (AKS), Rembuk Stunting, konvergensi dan Pendampingan TPK yang tidak terlepas pada penganggaran DAK non Fisik.
“Berdasarkan hal inilah perlu dilaksanakan bimbingan teknis serta Form Monitoring dan Pelaporan Satgas di Kabupaten/Kota agar mempu memaksimalkan capain target program,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB dr. Zulkifli Panggato menyampaikan, Bupati Sofyan Kaepa selalu menekankan kepada para OPD untuk memaksimalkan kerja percepatan stunting, dan hasilnya nampak terlihat Banggai Laut bisa menurunkan stunting yabg cukup signifikan.
“Berkat arahan pak Bupati persentasi secara Provinsi kita turun 6.1 persen di tahun 2022,” ujar dr. Zulkifli.
Meski begitu, percepatan penurunan stunting masih perlu dimaksimalkan agar bisa mencapai target nasional yaitu 14%. “Insya allah di 2023 terjadi penurunan maksimal,” ucapnya.
dr. Zulkifli tak menafikan dalam percepatan penurunan stunting ini perlu anggaran yang besar khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK), untuk itu Ia meminta agar BKKN Sulteng bisa melakukan kebijakan anggaran ke pemerintah pusat.
“Tentunya Provinsi yang lebih luwes dalam melobi anggaran ke Pemerintah Pusat,” tandasnya. (Adv)
Penulis : Nomo
Editor : –
Halaman : 1 2


















