EkonomiPeristiwa

Lalai Pengawasan, Dugaan Pelangsir BBM Subsidi Makin Marak Di Banggai Laut

BANGGAI, KABAR BENGGAWI – Antrian panjang Pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus terjadi di Dua Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kabupaten Banggai Laut yakni SPBU Kota Banggai dan SPBU Desa Timbong.

Meski sebelumnya telah diberitakan di berbagai koran dan media, namun sampai saat ini belum ada pengawasan dan penertiban baik dari kepolisian maupun Pemerintah Daerah terkait maraknya antrian dan dugaan penyalahgunaan BBM Bersubsidi jenis pertalite ini.

Tak heran, masyarakat menilai Pihak berwenang seakan menutup mata alias lalai terkait dugaan Penyalahgunaan BBM bersubsidi yang sedang marak di Banggai Laut. Sebab hal itu sudah terihat jelas dengan diperjual belikannya BBM jenis pertalite secara bebas di kios-kios dengan harga yang cukup tinggi Rp. 13.000 sampai 15.000 per liter.

Tak pelak berbagai spekulasi publik menilai bahwa ada dugaan pembiaran dari pihak berwenang.

BACA JUGA :  Lantik 33 Kepala Desa, Bupati Sofyan : Jangan Ada Lagi Pecat-Memecat Aparat Desa

Berdasarkan informasi dan pantauan  wartawan dilapangan beberapa pekan terakhir ini, terlihat antrian panjang tersebut didominasi para pengendara yang mengisi BBM jenis pertalite secara berulang-ulang atau biasa disebut pelangsir.

Nantinya BBM tersebut diduga ditimbun di salah satu tempat, seperti di belakang rumah atau didalam rumah. Yang kemudian dijual kembali kepada para pengecer.

Padahal jumlah pasokan BBM didua SPBU di Kabupaten Banggai Laut itu, Berdasarkan informasi diterima media ini mendapatkan jatah 8 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, harusnya BBM bersubsidi jenis pertalite ini bisa dikatakan lebih dari cukup untuk kebutuhan masyarakat umum.

“Harusnya mencukupi kebutuhan masyarakat,” kata Fuel Terminal Manager Banggai Danang Agung Saputra saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (7/11/2023).

Namun kenyataannya masyarakat mengeluh kesulitan mendapat BBM pertalite di dua SPBU itu.

Setiap ada stok BBM jenis pertalite masuk di SPBU Kota Banggai dan SPBU Desa Timbong, antrian kendaraan selalu membludak dan bahkan banyak kendaraan roda dua dan empat yang sudah mengantri sejak malam hari.

Anehnya lagi, kendaraan yang mengantri itu lebih didominan kendaraan itu-itu saja (diduga kendaraan milik pelangsir) setiap kali ada stok BBM pertalite.

Hal ini yang membuat masyarakat semakin resah karena stok BBM bersubsidi kerap ludes hanya dalam waktu yang sangat singkat kurang lebih 2 sampai 3 jam saja.

“Ada yang dua kali bolak balik, padahal kendaraannya sudah terisi,” ucap sejumlah warga disela-sela antrian.

Mirisnya, disebutkan warga ada yang menggunakan dua kendaraan sekaligus. “Orangnya cuma sendiri, tapi kendaraannya dua,” kata mereka.

BACA JUGA :  Merasa Di Anak Tirikan, Mahasiswa Balut di Luwuk Minta Pemkab Berlaku Adil

Karena itu, warga berharap pihak kepolisian dan instansi terkait segera melakukan penertiban karena sudah sangat meresahkan dan merugikan. Sebab banyak masyarakat tidak bisa menikmati BBM bersubsidi di dua SPBU tersebut. Warga terpaksa harus membeli BBM pertalite di kios-kios dengan harga tinggi.

“Biar lagi banyak stok dari pertamina kalau tidak ditertibkan ini kendaraan (milik pelangsir) yang bolak balik mengisi, pasti tidak cukup. Jadi harus segera ditertibkan,” cetus warga dengan kesal.

Penulis : Rza
Editor : –