Namun kenyataannya masyarakat mengeluh kesulitan mendapat BBM pertalite di dua SPBU itu.
Setiap ada stok BBM jenis pertalite masuk di SPBU Kota Banggai dan SPBU Desa Timbong, antrian kendaraan selalu membludak dan bahkan banyak kendaraan roda dua dan empat yang sudah mengantri sejak malam hari.

Anehnya lagi, kendaraan yang mengantri itu lebih didominan kendaraan itu-itu saja (diduga kendaraan milik pelangsir) setiap kali ada stok BBM pertalite.
Hal ini yang membuat masyarakat semakin resah karena stok BBM bersubsidi kerap ludes hanya dalam waktu yang sangat singkat kurang lebih 2 sampai 3 jam saja.
“Ada yang dua kali bolak balik, padahal kendaraannya sudah terisi,” ucap sejumlah warga disela-sela antrian.
Mirisnya, disebutkan warga ada yang menggunakan dua kendaraan sekaligus. “Orangnya cuma sendiri, tapi kendaraannya dua,” kata mereka.
Karena itu, warga berharap pihak kepolisian dan instansi terkait segera melakukan penertiban karena sudah sangat meresahkan dan merugikan. Sebab banyak masyarakat tidak bisa menikmati BBM bersubsidi di dua SPBU tersebut. Warga terpaksa harus membeli BBM pertalite di kios-kios dengan harga tinggi.
“Biar lagi banyak stok dari pertamina kalau tidak ditertibkan ini kendaraan (milik pelangsir) yang bolak balik mengisi, pasti tidak cukup. Jadi harus segera ditertibkan,” cetus warga dengan kesal.
Penulis : Rza
Editor : –
Halaman : 1 2

















