Peristiwa

Merasa Di Anak Tirikan, Mahasiswa Balut di Luwuk Minta Pemkab Berlaku Adil

LUWUK, KABAR BENGGAWI – Perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai Laut (Balut) pada bidang pendidikan dinilai masif, nampak beberapa tahun kemarin, Pemkab Balut telah menggelontorkan milyaran rupiah anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk membiayai asrama pelajar mahasiswa diberbagai daerah.

Bahkan Pemkab Balut tak segan menganggarkan tempat permanen bagi para pelajar daerah ini, baik yang berada di kota Palu, Gorontalo, Makassar dan Yogyakarta. Namun sayangnya, kebijakan itu masih terkesan menganak tirikan kalangan pelajar mahasiswa lainnya khususnya yang tengah menimba ilmu di kota Luwuk Kabupaten Banggai.

Ketua Persatuan Mahasiswa Banggai Laut (PMBL) Luwuk Zulfikri mengutarakan, hingga saat ini Pemkab Balut itu belum menyentuh ratusan pelajar yang berada di kota air tersebut. Kondisi itu kata dia, justru menggambarkan kebijakan yang dinilai pilih kasih.

BACA JUGA :  Terbukti Korupsi, Mantan Kepala BPKAD Banggai Kepulauan Divonis 14 Tahun Penjara

“Semenjak PMBL di Luwuk ini berdiri sampai hari ini belum ada perhatian atau kunjungan dari pemerintah daerah kabupaten Banggai laut,” ungkap dia menyesali.

Padahal sambung Zulfikri, mahasiswa Banggai Laut yang mengeyam pendidikan di Luwuk kabupaten Banggai sangatlah mengharapkan partisipasi dari Pemkab Balut.

Tak hanya Pemkab, sikap para legislator Balut pun seakan tak peduli padahal sering kali para wakil rakyat itu ke Luwuk.

Meski demikian, kata dia, penganggaran dimaksud bisa berlaku bijak. Seperti diketahui, sejak 2019 kemarin Pemkab Balut telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2,2 milyar untuk pembangunan asrama mahasiswa Balut yang menempuh pendidikan dikota Gorontalo. Belum lagi pembiayaan asrama mahasiswa Balut yang berada dikota Palu, Makassar dan Yogyakarta.

BACA JUGA :  Terbukti Korupsi, Mantan Kepala BPKAD Banggai Kepulauan Divonis 14 Tahun Penjara

“Kenapa justru penganggaran tersebut tidak berlaku adil, itukan anggaran daerah juga,” tuturnya.

“Cukup lama kami memperhatikan langkah Pemkab, dan sampai saat ini belum ada upaya, kami berharap ini bukanlah pengabaian terhadap ratusan pelajar Banggai Laut yang berada di kota Luwuk kabupaten Banggai,” tandas dia (***)

Editor : Nomo