Tak hanya Pemkab, sikap para legislator Balut pun seakan tak peduli padahal sering kali para wakil rakyat itu ke Luwuk.
Meski demikian, kata dia, penganggaran dimaksud bisa berlaku bijak. Seperti diketahui, sejak 2019 kemarin Pemkab Balut telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2,2 milyar untuk pembangunan asrama mahasiswa Balut yang menempuh pendidikan dikota Gorontalo. Belum lagi pembiayaan asrama mahasiswa Balut yang berada dikota Palu, Makassar dan Yogyakarta.
“Kenapa justru penganggaran tersebut tidak berlaku adil, itukan anggaran daerah juga,” tuturnya.
“Cukup lama kami memperhatikan langkah Pemkab, dan sampai saat ini belum ada upaya, kami berharap ini bukanlah pengabaian terhadap ratusan pelajar Banggai Laut yang berada di kota Luwuk kabupaten Banggai,” tandas dia (***)
Editor : Nomo
Halaman : 1 2

















