BANGGAI, KABAR BENGGAWI – Pembangunan Bandara Udara Banggai Laut terus digeber dari segala lini salah satunya dengan pemberian nama Bandara Udara. Sebab dengan pemberian nama yang tepat akan dapat memberikan ciri khas tersendiri. Dalam hal memberikan nama sepatutnya tak boleh lepas dari kearifan lokal yang berbudaya dan tentunya diawali dengan penjaringan aspirasi dari masyarakat.
Sekretaris Tumundo Banggai, Muh Syarif Asgar Uda’a dalam rapat penjaringan nama Bandara mengatakan, dengan mempertimbangkan berbagai aspek diantaranya kearifan Lokal serta sprit makna dibalik nama yang memiliki ghirrah sebagai sumber motivasi dan inspirasi maka tiga nama yang diusulkan yakni Maulana Frins Mandapar, Babolau Batomundoan dan Sayid Abu Kasim.
“Hampir seluruh peserta menyetujui dengan nama Maulana Frins Mandapar,” jelas Syarif Uda’a, Selasa (10/8).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, ujar dia, beberapa tahapan telah dijalani, hanya saja nama bandara udara wajib ditetapkan berdasarkan Peraturan daerah atau Perda.
“Rapat ini juga bertujuan untuk memberi kekuatan hukum terhadap penamaan nya dengan dibuatkan PERDA oleh DPRD untuk di usulkan ke pusat melalui gubernur Provinsi Sulawesi tengah,” terangnya.
Dinukil dari Harian Luwuk Post Kepala UPBU Tanjung Api Ampana, Fitrajaya Siwu, menyatakan, tahun 2021 pembangunan bandar udara di Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara itu, tetap dilanjutkan. “Sampai bandara selesai, semoga bisa cepat,” jelas dia saat dihubungi, Selasa (12/1).
Halaman : 1 2 Selanjutnya















