Peristiwa

Pemda dan DPRD Diminta Tindak Tegas Proyek Jetty yang Diduga Merusak Kawasan Mangrove di Lokotoy

BANGGAI, KABAR BENGGAWI РPemerintah Kabupaten  dan DPRD Banggai Laut diminta menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait adanya dugaan pengrusakan kawasan konservasi mangrove di desa Lokotoy kecamatan Banggai Utara.

Sejumlah pegiat lingkungan di desa Lokotoy memberikan kritik keras terhadap pembangunan Jetty itu, salah satunya Ardis A. Kaudis, ia menegaskan proyek ini harus dihentikan dan pihak yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan. Menurutnya, hasil pertemuan dengan pihak kecamatan, desa, dan dinas lingkungan hidup terkait masalah ini tidak menunjukkan pemahaman yang memadai.

BACA JUGA :  Terbukti Korupsi, Mantan Kepala BPKAD Banggai Kepulauan Divonis 14 Tahun Penjara

Selain Ardis, kritik juga datang dari Rahmat Bungalo Pokdarwis desa Lokotoy, Ia menyayangkan bahwa pihak perusahaan telah membangun jetty baru meskipun jetty yang lama masih bisa digunakan.

“Seharusnya, perusahaan dapat menggunakan jetty yang sudah ada atau menyewanya, daripada merusak kawasan lingkungan konservasi,” tukas Rahmat.

Pemerintah dan DPRD sebagai pemangku kebijakan semestinya bergerak cepat terkait persoalan itu agar publik tak menilai pemangku kebijakan begitu melempem dalam hal konservasi lingkungan.

BACA JUGA :  Terbukti Korupsi, Mantan Kepala BPKAD Banggai Kepulauan Divonis 14 Tahun Penjara

Perlu diketahui beberapa fakta yang menimbulkan keprihatinan di antaranya adalah proyek pembangunan jetty ini tidak diikuti dengan pemberitahuan atau sosialisasi kepada masyarakat sebelumnya. Selain itu, informasi mengenai penyelenggara atau pelaksana proyek ini juga tidak jelas, tidak ada informasi yang tersedia di lokasi proyek.

Parahnya lagi area tersebut merupakan penanaman mangrove yang telah direhabilitasi. Tak hanya itu, area ini juga merupakan muara sungai Paisu Babasal Lokotoy, sehingga penimbunan yang terjadi akibat pembangunan jetty berpotensi menyebabkan pendangkalan dan berdampak pada potensi banjir di masa depan.

BACA JUGA :  Terbukti Korupsi, Mantan Kepala BPKAD Banggai Kepulauan Divonis 14 Tahun Penjara

“Pokdarwis Lokotoy, Karang Taruna KT Mutiara Desa Lokotoy dan penggiat lingkungan sudah bahu membahu menjaga kawasan mangrove. Tidak tau kepentingan siapa datang kase rusak. Kami berharap aktivitas ini dihentikan sebelum kami turun tangan,” tukas dia.

 

Penulis : Nomo
Editor : –