Peristiwa

Makan Korban Lagi, Warga Minta Jalan Gunung Songoluli Secepatnya di Aspal

…. …

GedubrakK…”…

Terdengar keras suara motor jatuh melewati tanjakan dan tikungan maut gunung Songoluli Banggai Selatan.. Suara itu tidak asing lagi bagi warga yang sering melewati atau beraktifitas di kawasan itu sebab kejadian itu sudah kerap terjadi….

Gunung Songoluli memang sering memakan korban..

Warga mengeluhkan perbaikan yang semestinya dipercepat agar kejadian naas itu tak terus berulang.

“Sekarang ini dilakukan kembali perbaikan jalur maut ini, alih-alih memperbaiki nyatanya makin sering orang jatuh,” jelas Jufrin salah seorang pemuda yang kerap melewati jalan itu.

Belum di aspal, jalan curam dan banyak bebatuan di Songoluli (ist)

 

Ia menyebut proyek pengerjaan jalan gunung Songoluli sudah sebulan lebih belum dilakukan pengaspalan, alhasil jalan timbunan rawan sekali kecelakaan ataupun ketika bertemu mobil atau sepeda motor dari arah berlawanan bebatuan sering terpental.

“Senin, oto dari desa Malino jatuh di jurang di Songoluli,” katanya sembari menunjukan video kejadiaan naas tersebut.

Ia meminta Pemkab bisa secepatnya mendesak rekanan agar melakukan pengaspalan.

“Bukan hanya itu, kasus lain sudah banyak juga terjadi, kecelakan khususnya bagi ibu-ibu pengendara sepeda motor,” ujarnya

“Kesihan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Pemda dan DPRD Diminta Tindak Tegas Proyek Jetty yang Diduga Merusak Kawasan Mangrove di Lokotoy

Belum di aspal jalan curam dan banyak bebatuan di Songoluli (ist)

 

Sebelumnya Jufrin mengatakan ia sempat berdiskusi dengan pemuda yang punya kompeten soal struktur tanah di kawasan itu.

“Tanah Litosol perkiraan jenis tanah di Songluli itu,” katanya.

Karakteristik dari tanah ini adalah merupakan jenis tanah baru. Dikatakan sebagai tanah baru karena tanah ini terbentuk ketika batuan belum sempurna mengalami pelapukan.

“Jadi mungkin inilah sebab kenapa sering longsor dan sebab aspal cepat rusak karna daya dukung tanah yg tidak baik,” jelasnya.

Dari segi aksesibilitas, kata dia lokasi ini sangat curam dan menanjak, sangat rawan kecelakaan.

“Selanjutnya jika yang diutamakan adalah asas manfaat dan ketepatan, semestinya bisa melihat alternatif lain seperti merubah atau mengganti jalur jalan raya melintas dibawa kaki gunung Songololi, ini yang lebih convertible,” pungkas dia.

Penulis : Nomo
Editor : –