Peristiwa

Jalan Raya Bukan Milik SPBU

Aparat Kepolisian dan Dinas Perhubungan Dinilai “Impoten” Soal Penertiban antrian dan Pelangsir BBM Subsidi

BANGGAI, KABAR BENGGAWI – Aparat Penegak Hukum Kepolisian dan pemangku kebijakan dinilai “impoten” menindak dugaan pelangsir BBM bersubsidi jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Banggai.

Hal itu diungkapkan sejumlah warga yang resah akibat oleh oknum pelangsir BBM bersubsidi.

“Loyo pengawasan mementingkan segelintir orang merugikan masyarakat,” ujar warga.

BACA JUGA :  Terbukti Korupsi, Mantan Kepala BPKAD Banggai Kepulauan Divonis 14 Tahun Penjara

Warga berharap pihak kepolisian dan instansi terkait segera melakukan penertiban karena telah sangat meresahkan dan merugikan. Sebab banyak masyarakat tidak bisa menikmati BBM bersubsidi di SPBU tersebut.

Selain tak bisa menikmati BBM bersubsidi, Wargapun kesal dari antrian panjang para oknum pelangsir yang menggunakan mobil akibatnya sebahagian badan jalan di sekitaran area SPBU kota Banggai tertutup dan akibatnya tak terhindarkan dari kemacetan parah di jam sibuk.

BACA JUGA :  Terbukti Korupsi, Mantan Kepala BPKAD Banggai Kepulauan Divonis 14 Tahun Penjara

“Coba pak Satlantas ataupun Dinas Perhubungan bisa bantu dulu kami, macet setiap hari ini,” ungkap pengguna jalan.

Dengan lambannya penertiban dan pengawasan dari pihak berwenang muncul spekulasi bahwa pihak berwenang seakan “impoten” terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi dan penertiban antrian yang menyebabkan kemacetan parah.

Informasi terbaru pantauan wartawan di SPBU Timbong sudah tak ada antrian yang panjang.

BACA JUGA :  Terbukti Korupsi, Mantan Kepala BPKAD Banggai Kepulauan Divonis 14 Tahun Penjara

Sebelumnya diberitakan antrian panjang pengisian BBM bersubsidi terus terjadi beberapa pekan ini di dua SPBU.

Antrian panjang tersebut didominasi para pengendara yang mengisi BBM jenis pertalite secara berulang-ulang atau pelangsir.

Yang kemudian diduga BBM subsidi tersebut ditimbun di salah satu tempat, seperti di belakang rumah atau didalam rumah. Yang kemudian dijual kembali kepada para pengecer.

Penulis : Nomo/Rza
Editor : –