OPINI : Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Kearifan Lokal

- Jurnalis

Sabtu, 20 Februari 2021 - 21:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kearifan lokal muncul dari dalam masyarakat sendiri, disebarluaskan secara non-formal, dan dimiliki secara kolektif oleh masyarakat yang bersangkutan. Olehnya itu, kearifan lokal atau local wisdom pada dasarnya adalah kumpulan pengetahuan dari masyarakat lokal yang melingkupi seluruh aspek kehidupan mereka yang penuh dengan nilai-nilai kearifan (kebijaksanaan) mulai dari budaya bahasa, etika sopan santun, adat istiadat, tata aturan hukum atau norma dan tradisi lain yang berlaku sejak lama secara turun temurun.
Sebagai contoh, dalam skala lokal “Kebanggaian” dahulu sering kita dengar orang tua menegur anak yang terkesan berperilaku menyimpang dengan kata yang terkesan kasar seperti “Paudo buno kio kona aadat” yang berarti “anak itu seperti tidak beradat/beradab”. Meskipun terkesan kasar, akan tetapi dari kalimat itu tersirat pesan akan adanya kesadaran dari orang tua yang mengingatkan kepada sang anak akan pentingnya berperilaku arif sesuai adat istiadat yang berlaku di masyarakat adat Banggai yang menjunjung tinggi filosofi “Adat bersendikan syarah, syarah bersendikan kitabullah”.

Dari filosofi budaya masyarakat adat Banggai ini, dapat dipahami bahwasanya etika sopan santun masyarakat lokalnya selalu bersumber dari perilaku bijaksana yang keseluruhannya disandarkan pada nilai-nilai luhur (akhlakul karimah) dari ajaran agama Islam itu sendiri. Oleh sebab itu, pendidikan di Banggai Laut sudah seyogyanya diorientasikan atau dikolaborasikan pada prinsip dasar adat budaya lokal atau lebih kita kenal dengan sebutan kearifan lokal.

Pendidikan kolaboratif dengan kearifan lokal pada dasarnya telah berkembang melalui pola pendidikan dan pembelajaran di pesantren. Khususnya di pulau Jawa, Pesantren menawarkan Pembelajaran Agama dan pengetahuan Ilmiah lainnya dalam ruang budaya Jawa, sehingganya dalam etika pergaulan sehari-hari, para santri ataupun lulusannya tidak melupakan adat dan kebiasaan atau tradisi masyarakatnya. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, bagaimana membangun system pendidikan berkearifan lokal dalam kultur Masyarakat Adat Banggai.?

 

Membangun Sistem Pendidikan Berkearifan Lokal

Menjawab pertanyaan dalam ulasan di atas, hal pertama seharusnya dilakukan adalah proses identifikasi nilai-nilai seni dan budaya, adat istiadat, norma dan etika sopan santun yang berlaku dalam masyarakat adat Banggai itu sendiri, hal ini menjadi penting dilakukan karena belum ada literatur formal yang dapat dijadikan acuan atau rujukan dalam penentuan konsep pendidikan yang berkearifan lokal dalam bingkai “Kebanggaian” itu sendiri.

Dalam penyelenggaraan pendidikan, keberadaan Dewan Pendidikan sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional perlu dibentuk oleh Pemerintah Daerah, dalam orientasi tugas dewan pendidikan ini perlu pula diarahkan untuk mendukung konsep pendidikan berkearifan lokal, karena dewan ini pula yang berperan aktif dalam menentukan arah pendidikan dalam suatu daerah dengan unsur-unsur kearifan lokal tanpa mengabaikan tujuan pendidikan Nasional sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dibidang pendidikan.
Dalam penyelenggaraan pendidikan berkearifan lokal di satuan pendidikan (sekolah), muatan lokal (mulok) mempunyai peran yang sangat penting. Apalagi bahasa daerah Banggai saat ini terancam punah, karena pengaruh budaya dari luar yang kian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi akhir-akhir ini. Sehingganya, dalam struktur kurikulum pembelajaran di sekolah, Muatan Lokal Bahasa Banggai perlu diinterfensi oleh Pemerintah Daerah. Disinilah peran penting Dewan Pendidikan yang dibentuk, salah satunya dengan menyusun konsep literatur pembelajaran Mulok untuk kemudian diterapkan dalam struktur kurikulum pembelajaran di sekolah.
Selain Muatan Lokal, dalam kurikulum pendidikan saat ini, terdapat dua mata pelajaran yang juga memiliki peran penting untuk membumikan seni dan budaya Banggai. Dua bidang studi itu yakni Prakarya dan Seni Budaya. Meskipun secara teori, tenaga pengajar mengacu pada konsep literatur formal yang tercantum dalam buku pembelajaran, namun dalam pendekatan pembelajaran dan pembiasaan atau prakteknya dapat diorientasikan pada karya seni berupa kerajinan yang berasal dari lingkungan sekitar termasuk di dalamnya berkaitan dengan kerajinan masyarakat Adat Banggai yang sudah mulai terkikis dikolaborasikan dengan kerajinan dari luar sehingga tidak saja menghasilkan karya seni tetapi juga memiliki nilai jual tinggi. Dibidang pendidikan Agama, semangat kurikulum pendidikan karakter yang tertuang dalam kurikulum Pendidikan Nasional saat ini pada dasarnya sudah cukup mumpuni karena filosofi daerah Kebanggaian sudah sejalan dengan itu, tinggal perlu penegasan dan konsistensi dalam prinsip pendekatan pembelajarannya. Disisi lain, ketentuan seragam sekolah di masing-masing satuan pendidikan perlu juga mendapat perhatian untuk dapat melahirkan ciri khas budaya “Mian Banggai”.

Follow WhatsApp Channel www.kabarbenggawi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Rekomendasi untuk Anda

Ketidaknetralan ASN dalam Pilkada Banggai Laut, Ancaman bagi Demokrasi Lokal
Menuju Bangkep Emas 2030, Peluang dan Tantangan
Koreografi Kekuasaan
Kepala Desa Bukanlah Raja Yang Berkuasa
Banjir dan Perda RTRW, Sebuah Refleksi Bencana Berulang Banggai Laut
Harapan Orang Desa Di Marka Jalan Eoforia Politik 2024
Tadarus Demokrasi: Menghadapi Derasnya Informasi Ditahun Politik
Menilisik Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
Berita ini 177 kali dibaca

Rekomendasi untuk Anda

Selasa, 26 November 2024 - 07:00 WITA

Ketidaknetralan ASN dalam Pilkada Banggai Laut, Ancaman bagi Demokrasi Lokal

Jumat, 18 Oktober 2024 - 15:44 WITA

Menuju Bangkep Emas 2030, Peluang dan Tantangan

Selasa, 30 Juli 2024 - 08:39 WITA

Koreografi Kekuasaan

Rabu, 10 Juli 2024 - 10:19 WITA

Kepala Desa Bukanlah Raja Yang Berkuasa

Jumat, 5 Juli 2024 - 10:43 WITA

Banjir dan Perda RTRW, Sebuah Refleksi Bencana Berulang Banggai Laut

Berita Terbaru

Advertorial

Fix Polres Banggai Laut Terbentuk, 100 Personel Disiapkan

Rabu, 3 Jun 2026 - 15:22 WITA