“Saya menduga, banyak pelaku UMKM yang tidak bersentuhan dengan bank sehingga penyaluran tidak maksimal. Bank bisa saja menemukan pelaku UMKM yang saat diverifikasi pihak bank ternyata ada ketidakcocokan data karena UMKM ini sebagian besar adalah pelaku usaha informal dan tidak pernah pinjam ke bank. Kalau model seperti ini terjadi dan banyak sekali di Indonesia, kasian mereka yang benar-benar membutuhkan, tapi terlewat begitu saja,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Legislator dapil Sumatera Barat II ini mengingatkan agar BUMN yang terkait dapat menjalankan rencana kerja dengan efektif dan efisien yang berdasar pertimbangan teknologi. Nevi juga mengimbau tentang pentingnya update teknologi terutama mengenai komunikasi dan informasi karena sangat mempengaruhi perilaku masyarakat. Dikatakannya, teknologi yang berkembang saat ini terbukti mengurangi transaksi di kantor bank dan banyak melakukan transaksi melalui handphone, komputer maupun ATM.
“Saya sangat mengharapkan, bank negara yang tergabung dalam Himbara menjadi bank terdepan di Negeri Indonesia dalam memberikan pelayanan teknologi canggih, tetapi tidak memberi beban biaya seperti biaya tarik tunai, cek saldo dan sebagainya. Pengguna bank Negara saat ini semakin meluas merata di seluruh Indonesia. Himbara mampu memberikan dividen kepada negara secara nyata,” tutup Nevi. (dep/sf)
Halaman : 1 2

















