“Demikian juga, negara tujuan ekspor perlu diperluas agar tidak hanya bertumpu pada kawasan ASEAN yang pada tahun lalu berkontribusi sebesar 22 persen. Kinerja ekspor di kawasan Amerika, Eropa, dan Tiongkok juga perlu diperkuat seiring perbaikan ekonomi. Dari data yang ada, kontribusi ekspor nasional tahun 2020 ke Amerika Serikat 12 persen, Tiongkok 19,4 persen, dan Eropa 8,7 persen,” ungkap Said.
Peningkatan kinerja ekspor di ketiga kawasan tersebut jadi keniscayaan. Langkah ini, pandang politisi PDI Perjuangan itersebut sekaligus memanfaatkan momentum bila The Fed melakukan kebijakan tapering off pada Oktober 2021 nanti. “Sehingga, walaupun kurs kita tertekan, tetapi devisa kita meningkat karena kinerja ekspor yang baik,” jelas Anggota Komisi XI DPR RI tersebut. (mh/sf)
Halaman : 1 2


















