Sastra

Puisi : Sang Penguasa

Oleh: Dul Suratman

Ketika ketidakadilan
Bertanya tentang kekuasaan..?Apakah arti kekuasaan.?
Dia yang membawa bejana-bejana penderitaan yang siap di sajikan dengan tarian kematian…

Apakah arti kekuasaan.?
Dia yang bersabda nasibmu ada di tangan kami yang siap mencabik cabik masa depanmu

Apakah arti kekuasaan.?
Dia yang mengaggap perselingkuhan dan jilat-menjilat adalah suatu kehormatan.

Apakah arti kekuasaan.?
Dia yang memegang cambuk dan memaksamu untuk berdiri walau perut dalam keadaan lapar

Apakah arti kekuasaan.?
Dia yang memiliki mata dan mulut yang rakus sehingga besi, aspal serta baja juga di lumatnya apalagi wanita

Apakah arti kekuasaan.?
Dia yang tak peduli dan jijik pada badan kurus serta baju compang campingmu

Apakah arti kekuasaan.?
Dia yang berdiri di atas pundak serta punggumu yang letih sambil ia bersantap sajian mewah

Apakah arti kekuasaan.?
Dia Yang dulu datang dengan mata berbinar meminta sesuap martabatmu

Apakah arti kekuasaan.?
Dia yang menukar martabatmu pada hutang dan mobil mewah.

Apakah arti kekuasaan.?
jangan bertanya lagi sahabat, kamu yang meletakkan kekuasaan di tangannya sehingga kekuatanmu menjadi cemeti untuk mencambukmu agar engkau tetap patuh dan membungkam mulutmu dengan jas safarinya yang konon katanya lambang kehormatan

Badan kurus melangka berlalu pergi, penuh sesal bercokol di dadanya
Matanya berbinar jatuhkan tetes lara penuh papah yang bermakna Tiada

Sang penguasa menaikan kaca mobilnya dan berlalu pergi dengan kacamata hitamnya

Ia pasti kembali jadi pengemis setelah 5 tahun dengan membawa janji serta sumpah serapahnya meminta belas kasihmu dan sesendok martabatmu untuk di gadaikannya

Agar ia memperoleh upeti untuk membagun kerajaan yang berlantai darah, beratapkan kebencian dengan tiang tiang kesombongan dan keangkuhan

Sedang sang raja bermahkotakan keegoisan dengan bertahtakan keserakahan.

*) Dul Suratman, Dul bisa dihubungi melalui akun instagram @dulsuratman