Perempuan Penyapu Halaman [5]

- Jurnalis

Kamis, 18 Maret 2021 - 22:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Dia bukan kena guna-guna, Mak,” kata Hamdani memberanikan diri menjawab. “Dia harus menanggung beban derita tak terperikan selama hidup di kota. Dia korban perdagangan manusia, dia sempat tersesat di rumah bordil, itulah yang membuat hidupnya tertekan.”

“Lha, lalu kenapa kau tiba-tiba berhati nabi untuk mengurusnya bahkan sampai bersedia mengawini lonte ini?” teriak Sumiati sengit. “Sampai tubuhku masuk ke liang lahat aku takkan sudi menerima perempuan sinting ini, Hamdan, mengerti!?”

“Ini masalah kemanusiaan, Mak, aku harus menolong tetanggaku yang terkena bencana. Ada malapetaka yang kini bersemayam dalam jiwanya.”

“Bukankah itu urusan Si Tosari sebagai bapaknya, bukan urusanmu!”

“Ini urusanku, Mak, karena aku jatuh sayang kepadanya.”

“Kau sudah ikut-ikutan sinting, Rupanya! Apa sudah tidak ada perempuan lain di desa ini selain perempuan edan ini, Hamdan?” kata Sumiati berapi-api. “Sudah dia gila, berumur pula. Perempuan ini pantas menjadi kakakmu. Kupikir kau sendiri sudah gila, Hamdan, sementara Rodiah perempuan yang lebih muda dari usiamu kau sia-siakan!”

“Emak,” kata Hamdani lirih setelah hening sejenak. “Rupanya aku salah menilai Emak selama ini.”

“Apa maksudmu?”

“Kupikir Emak perempuan soleha,” kata Hamdani mengusik perasaan emaknya yang paling sensitif. “Aku menyaksikan sendiri emak tidak pernah lepas menderas kitab suci siang maupun malam. Pun salat lima waktu tak pernah terlewat…”

“Lalu apa hubungannya dengan keputusanku untuk menolak perempuan sinting hidup di rumah ini?”

“Itulah, Mak,” jawab Hamdan lirih, “kesalehan sosial Emak rupanya tidak berbekas dalam kehidupan sehari-hari, ibarat air di daun keladi. Emak hanya saleha kepada Tuhan.”

“Kurang ajar kau, berani-beraninya mengajari Emakmu soal kesalehan,” teriak Sumiati lebih keras lagi. “Cepat kau pergi dari rumah ini, bawa pakaianmu dan bawa jauh-jauh lonte sinting ini!”

Di luar, diam-diam Dianti si mahasiswi psikologi yang sedang kuliah kerja nyata di kampung tetangga, mengikuti percakapan antara ibu dan anak ini secara saksama. Ia mencatat dan bahkan merekam semua percakapan itu dengan alat perekam sensitif yang ia miliki untuk keperluan kuliah.

Kini Dianti tengah mempertimbangkan apakah harus menampakkan diri atau tetap mengendap-endap seperti ini, yaitu beroperasi secara diam-diam. Akan tetapi ia segera sadar, untuk keperluan skripsinya ia harus menampakkan diri secara terus-terang, tidak boleh dilakukan secara diam-diam.

“Iya benar, tetapi tidak sekarang,” batin Dianti seraya menjauh pergi.

Dari dalam rumah, tampak Hamdani dengan membawa buntelan kain besar menuntun Sofiah hati-hati.

Terusir dari rumah sendiri.

(Bersambung)

Follow WhatsApp Channel www.kabarbenggawi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Rekomendasi untuk Anda

FTBM Banggai Laut: Membumikan Literasi di Banggai “Tano Monondok”
Forum Taman Bacaan Masyarakat : Hadirkan Rangkaian Kegiatan Literasi di Banggai Laut
Candu Jawaban | CERPEN
Manifestasi Rindu | Puisi
CERPEN : Perempuan Penyapu Halaman [20]
CERPEN : Perempuan Penyapu Halaman [19]
CERPEN : Perempuan Penyapu Halaman [18]
CERPEN | Perempuan Penyapu Halaman [17]
Berita ini 2 kali dibaca

Rekomendasi untuk Anda

Rabu, 11 Oktober 2023 - 17:46 WITA

FTBM Banggai Laut: Membumikan Literasi di Banggai “Tano Monondok”

Kamis, 17 Agustus 2023 - 11:51 WITA

Forum Taman Bacaan Masyarakat : Hadirkan Rangkaian Kegiatan Literasi di Banggai Laut

Kamis, 15 September 2022 - 10:47 WITA

Candu Jawaban | CERPEN

Rabu, 14 September 2022 - 21:30 WITA

Manifestasi Rindu | Puisi

Rabu, 7 April 2021 - 22:00 WITA

CERPEN : Perempuan Penyapu Halaman [20]

Berita Terbaru

Advertorial

Lantik Pengurus DPPI Banggai Laut Ini Pesan Bupati Sofyan Kaepa

Selasa, 21 Apr 2026 - 11:20 WITA

Advertorial

Bupati Sofyan Kaepa Tutup Latsar CPNS, Tegaskan Disiplin ASN

Jumat, 17 Apr 2026 - 16:41 WITA

Headline News

Sulteng Ekspor Durian Beku ke Tiongkok 151 Kontainer, 4.077 Ton

Kamis, 16 Apr 2026 - 16:54 WITA

Advertorial

Dinkes Banggai Laut Gelar Pemeriksaan Gratis di HUT ke-62 Sulteng

Senin, 13 Apr 2026 - 09:11 WITA