“Jadi target pemerintah itu tidak muluk-muluk atau tidak di atas awang-awang, pasalnya, DPR dalam Pagu Indikatif kemarin sempat mematok liftingminyak sebesar 705 ribu barel, namun kemudian dikoreksi oleh pemerintah menjadi 703 ribu barel per hari. Saya kira tidak terlalu jauh. Kalau dikatakan optimis ya kita harus optimis,” tambahnya.
Menurut politisi Fraksi Partai NasDem ini, yang menjadi masalah saat ini adalah bagaimana reserveatau cadangan itu yang harus terus-menerus ada. Maka cost recovery dinaikkan, dari tahun lalu di 2021 adalah 8 miliar dolar AS menjadi 9 miliar dolar AS.
“Dengan adanya cost recovery naik dan mudah-mudahan bisnis di Hulu semakin menarik, ditambah dengan harga minyak yang sudah bagus sekarang, sudah rata-rata 70 dolar per barel. Namun ada satu yang kalau harga terus-menerus diatas 70 dolar ini akan membebani Pertamina. Nah inilah yang juga sedang kita carikan skema agar jangan sampai Pertamina rugi. Diperkirakan kalau harga terus menerus di atas 70 dolar per barel sampai akhir tahun, maka Pertamina bisa rugi Rp40 triliun,” tegasnya. (ayu/es)
Halaman : 1 2


















