Tak Hanya Strategis, Rencana Kerja Pemerintah Juga Harus Implementatif

- Jurnalis

Kamis, 17 Juni 2021 - 15:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KABAR BENGGAWI – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mengungkap bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan prioritas anggaran dalam RAPBN 2022 memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan. Hal ini dikarenakan keduanya akan menjadi transisi untuk kembali rebound dan membawa angka defisit kembali pada ambang batas 3 persen pada tahun 2023.

 

“Namun perlu diingat bahwa pondasi paling awal dari pemulihan ekonomi adalah pengendalian Covid-19 itu sendiri. Percepatan belanja pemerintah, terutama dalam bentuk bantuan sosial, program padat karya prioritas, dan mendorong belanja masyarakat diperlukan untuk kembali meningkatkan demand side,” kata Ibas, sapaan akrab Edhie Yudhoyono, saat membuka Rapat Panja Banggar DPR RI dengan pemerintah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

 

Untuk itu, RKP yang disusun tidak hanya sekedar baik secara konseptual tetapi secara implementatif harus mampu menjadi acuan pembangunan nasional di tahun 2022. RKP juga hendaknya mampu menyaksikan program kerja antar Kementerian/Lembaga, sekaligus menghubungkan pembangunan yang dilakukan baik di tingkat pusat maupun daerah.

 

Lebih lanjut, politisi Partai Demokrat itu menekankan bahwa penyusunan RKP dan prioritas anggaran RAPBN Tahun 2022 juga harus mengutamakan prinsip inklusivitas. Pemulihan ekonomi yang digagas juga harus senantiasa mengedepankan keterpaduan dan keberlanjutan (sustainability). Sehingga output dan outcome yang ingin dicapai dapat terukur, tepat sasaran dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

 

Kebijakan yang tertuang di dalam RKP 2022 merupakan sebuah keberlanjutan dari proses pembangunan yang sudah disusun dalam rencana pembangunan jangka menengah atau RPJMN tahun 2020-2024. Oleh karena itu, penyusunan RKP dan prioritas anggaran RAPBN 2022 tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus selaras dengan kondisi ekonomi makro dan kebijakan fiskal di tahun 2022.

 

“Kondisi pada pandemi Covid-19 jangan sampai menyurutkan upaya kita untuk mewujudkan visi Indonesia 2045, menjadi negara maju berpendapatan tinggi dan tidak terjebak sebagai negara berpendapatan menengah atau middle income trap country,” tegas Anggota Komisi VI DPR RI itu.

 

Follow WhatsApp Channel www.kabarbenggawi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Rekomendasi untuk Anda

Lahan Polres Banggai Laut Akan Dinilai KJPP, Hutang Pemda Terbayarkan 9,1 Miliar
Kepala OPD Tak Hadir, Banggar DPRD Banggai Laut Hentikan Pembahasan Anggaran
DPRD Banggai Laut Jadwalkan Pelantikan PAW Sadi Laato
DPRD Banggai Laut Gelar Paripurna RAPBD-P 2026
Banggar DPRD Dorong BBI Banggai Laut Jadi Sumber PAD
DPRD dan Pemkab Banggai Laut Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD 2026
HUT RI Ke-81 dan dan HUT Partai Demokrat Ke-25, 561 Warga Balut Meriahkan Lomba Rakyat
DPRD Banggai Laut Paripurnakan, KUA-PPAS Tahun 2027
Berita ini 32 kali dibaca

Rekomendasi untuk Anda

Senin, 28 September 2026 - 11:55 WITA

Lahan Polres Banggai Laut Akan Dinilai KJPP, Hutang Pemda Terbayarkan 9,1 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 13:42 WITA

Kepala OPD Tak Hadir, Banggar DPRD Banggai Laut Hentikan Pembahasan Anggaran

Kamis, 24 September 2026 - 12:05 WITA

DPRD Banggai Laut Jadwalkan Pelantikan PAW Sadi Laato

Selasa, 22 September 2026 - 16:47 WITA

DPRD Banggai Laut Gelar Paripurna RAPBD-P 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:55 WITA

Banggar DPRD Dorong BBI Banggai Laut Jadi Sumber PAD

Berita Terbaru

Banggai Laut

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Jamil Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:19 WITA

Banggai Laut

Dari Balut, 10 Ton BBM bersubsidi Pertalite Menuju Maluku Utara

Jumat, 16 Okt 2026 - 08:19 WITA