Sikap ini tentunya menjadi racun kehidupan yang dapat mengakibatkan seseorang itu terasing dari kehidupannya. Semakin banyak orang yang kita putuskan hubungan kekeluargaan, semakin sempit dunia ini rasanya.
Ego diri yang tinggi, merasa orang lain tak memberi manfaat kepada kita, atau bisa saja berseberangan pendapat dan kepentingan membuat sebuah hubungan dengan mudah diputuskan. Apalagi sebagai seorang muslim, kita diperintahkan untuk saling berpegang pada tali Agama Allah dan jangan bercerai berai.
Sikap hidup yang keempat adalah “amaraniiy rabbi anlaa as-aka ahadan syai-a.” Allah menyuruhku agar aku tidak bertanya hal-hal yang tidak layak ditanyakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lazimnya orang selalu berkomunikasi dengan sesamanya. Komunikasi ini terjadi melalui percakapan yang menyangkut berbagai masalah. Allah telah mengatur tata cara bertanya jangan sampai ada pertanyaan-pertanyaan yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Oleh karena itu kita diajarkan untuk tidak bertanya yang tidak layak. Di zaman kini, mencampuri urusan orang lain, merupakan sebuah bumbu penyedap kehidupan. Seseorang akan merasa bangga apabila dapat mengetahui kelemahan orang lain dengan banyak bertanya pada yang bersangkutan atau mencari informasi dari orang lain.
Bahasa yang sering kita dengar dimasyarakat dengan kata “susupo” suka menguping pembicaraan orang,peduli pada urusan orang lain dan banyak bertanya pada kekurangan yang ia lihat pada orang lain. Jika hal ini terus dibiarkan akan menjadi bibit-bibit fitnah dan awal mula Hoaks dalam kehidupan kita. (bersambung)
Halaman : 1 2

















