Yang pertama, disebut dengan “Bakolis”. Bakolis adalah proses mencukur daging kelapa tua sampai habis hingga tersisa batok kelapa bagian dalam. Bakolis ini dilakukan sekelompok muda-muda,dan yang lebih banyak peran ini diambil para pemuda.
Yang kedua, Ba Piis; yaitu proses memisahkan daging kelapa yang sudah dicukur tadi dengan cara diperas memakai tangan. Aktifitas ini biasa dilakukan bersama pemudi dan pemuda. Adakalanya juga diambil alih para pemuda.
Proses ketiga adalah “Mansaang”. Mansaang adalah proses memasak hasil perasaan daging kelapa yang sudah berwujud santan. Proses ini memakan waktu yang lama, kadangkala membutuhkan waktu sampai 4 sampai 5 jam. Proses ini dilakukan setelah hasil perasaan daging kelapa yang selesai dicukur dan sudah berupa santan yang telah didiamkan semalaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses Mansaang ini kebanyakan dilakukan kaum gadis ditemani oleh kaum remaja laki-laki. Pada saat menunggu santannya menjadi minyak kelapa,waktu ini digunakan oleh muda-muda untuk bercerita bahkan ada yang menjurus pada ajakan berpacaran.
Pada era 80 tradisi ini perlahan-lahan mulai menghilang seiring hadirnya mesin cukur memakai tenaga mesin. Tradisi yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong dan persaudaraan ini tinggal menjadi kenangan generasi yang hidup di era 60 dan 70-an. Perkembangan tekhnologi telah memusnahkan satu tradisi yang telah terjaga turun temurun. Masihkah ada yang mau menghidupkannya kembali?*
Halaman : 1 2

















