Cerpen : Ibu Belum Pulang

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2020 - 15:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ia pernah bilang bahwa ia sudah menghafal penjumlahan dengan dua angka tanpa mesin hitung, ia juga pernah mengajariku menghitung angka, mengeja nama, dan menghafal nama, nama ayah, nama ibu, dan namaku sendiri. Mira juga pernah mengajariku menulis nama, nama ayah, nama ibu, dan namaku sendiri. Tapi ia tuidak mengajariku menulis surat. Katanya nanti setelah sekolah aku akan diajari menulis surat oleh guru-guru disana. Enak ya kalau sudah sekolah, bisa membuat surat.

~

Di depan Mira, aku minta dibuatkan surat untuk ibu. Ia kebingungan, diam sebentar, lalu bertanya padaku. “Apa kamu tahu dimana ibumu sekarang?” Aku menggelengkan kepala, ia tersenyum sambil melanjutkan kata-katanya “Kata guru kamu harus punya alamat tujuan” Aku tidak tahu apa itu alamat, apa itu tujuan, yang aku ingat, ayah bilang kalau ibu pergi jauh, bekerja keras membantu orang-orang dilaut. Mungkin ibu pergi kelaut, tidak, ibu pasti tinggal dilaut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mira kemudian mengambil selembar kertas dan memintaku memikirkan apa yang ingin ia tuliskan. Aku kemudian memintanya bertanya pada ibu, apa ibu sedang baik-baik saja? apa ibu terlalu sibuk sampai lupa mengirim surat lagi? apa ibu tidak lagi rindu padaku? kapan ibu pulang?

Mira tersenyum, melipat kertas yang penuh dengan pertanyaan, dan memintaku menandatanganinya. Aku tidak tahu apa itu tanda tangan. Aku menggelengkan kepala. Kata Mira surat tanpa tanda tangan tidak akan sampai pada tujuannya, kalaupun sampai, surat itu akan dianggap palsu. Aku sedih. Enak ya kalau sudah sekolah, bisa membuat surat dan tanda tangan.

“Aku tahu!”

Mira kemudian mengambil botol tinta milik ayahnya, mencelupkan jari telunjukku ke dalam botol, lalu menempelkannya pada surat yang terlipat di depan kami. Aku bingung, Mira hanya tersenyum.

“Selain tanda tangan, cap jempol juga bisa membuat surat sampai dan dipercaya oleh pembacanya” kata Mira sumringah. Aku juga ikut senang.

Setelah surat itu selesai, aku dan Mira lalu mengantarnya ke sungai, membungkusnya dengan kantong plastik, lalu mengalirkannya. Kata Mira, sungai akan membawa suratku ke laut. Disana ibu akan menerima dan membaca suratku. Aku bertanya bagaimana jika ibu ingin membalas suratku? Hujan!, kata Mira. Hujan akan membawa surat balasan dari ibu untukku. Sejak kapan hujan turun dengan sepucuk surat? kata Mira, hujan berasal dari laut, airnya menguap karena panas matahari dan naik ke daratan menjadi hujan, dan bisa menjadi surat. Aku senang sekali, menunggu hujan membawa sepucuk surat dari ibu.

~

Sesampainya dirumah, bersama ayah, sebelum tidur aku menceritakan semua pengalamanku bersama Mira siang tadi. Ayah seperti biasa, diam, bibirnya bergetar, matanya berkaca, lalu memeluk dan menciumku seperti bibi dan nenek. Sakit dan panas, tapi aku tidak perduli lagi, aku senang karena ibu akan mengirimi surat balasan melalui hujan.

 

*) kolumnis ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi Kabar Benggawi

Follow WhatsApp Channel www.kabarbenggawi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Rekomendasi untuk Anda

FTBM Banggai Laut: Membumikan Literasi di Banggai “Tano Monondok”
Forum Taman Bacaan Masyarakat : Hadirkan Rangkaian Kegiatan Literasi di Banggai Laut
Candu Jawaban | CERPEN
Manifestasi Rindu | Puisi
CERPEN : Perempuan Penyapu Halaman [20]
CERPEN : Perempuan Penyapu Halaman [19]
CERPEN : Perempuan Penyapu Halaman [18]
CERPEN | Perempuan Penyapu Halaman [17]
Berita ini 116 kali dibaca

Rekomendasi untuk Anda

Rabu, 11 Oktober 2023 - 17:46 WITA

FTBM Banggai Laut: Membumikan Literasi di Banggai “Tano Monondok”

Kamis, 17 Agustus 2023 - 11:51 WITA

Forum Taman Bacaan Masyarakat : Hadirkan Rangkaian Kegiatan Literasi di Banggai Laut

Kamis, 15 September 2022 - 10:47 WITA

Candu Jawaban | CERPEN

Rabu, 14 September 2022 - 21:30 WITA

Manifestasi Rindu | Puisi

Rabu, 7 April 2021 - 22:00 WITA

CERPEN : Perempuan Penyapu Halaman [20]

Berita Terbaru

Headline News

Sulteng Ekspor Durian Beku ke Tiongkok 151 Kontainer, 4.077 Ton

Kamis, 16 Apr 2026 - 16:54 WITA

Advertorial

Dinkes Banggai Laut Gelar Pemeriksaan Gratis di HUT ke-62 Sulteng

Senin, 13 Apr 2026 - 09:11 WITA

Advertorial

Banggai Laut Siap Jadi Tuan Rumah Interfaith Harmony Camp

Kamis, 9 Apr 2026 - 10:47 WITA

Banggai Laut

Kaban BKPSDM: Belum Ada Instruksi Bupati Terkait PPPK Dirumahkan

Senin, 6 Apr 2026 - 11:29 WITA