Perempuan Penyapu Halaman [9]

- Jurnalis

Senin, 22 Maret 2021 - 06:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hamdani memandang Sofiah yang masih terlelap. Ia memeriksa kain yang membalut tubuh perempuan itu dengan mendekatkan biji jarak yang masih menyala, menerangi seisi dangau. Kain itupun sudah basah dengan darah segar.

“Teh… Teh Sofi, bangunlah,” katanya mengggoyang-goyang pundak Sofiah pelan. “Kamu sedang datang bulan!”

Sofiah terbangun, tetapi ia tidak terlalu bereaksi atas pemberitahuan Hamdani tentang kainnya yang sudah penuh darah kotor. Ia terbangun karena ingin segera berendam dan menyelam di kubangan dekat air terjun itu seperti dinihari biasanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara, Hamdani sibuk mencari selampe handuk yang terselip di buntelan besar dan teronggok di sudut dangau. Berhasil. Ia menyelipkan selampe handuk itu di saku celana komprangnya sebelum menuntun Sofiah menuruni jalan setapak menuju sungai tempatnya berendam.

Selampe handuk itu akan ia jadikan sebagai pembalut untuk menyerap darah kotor Sofiah yang sedang datang bulan.

“Dengarkan, Teh… hari ini aku akan membawamu ke pasar untuk menjual celeng ke Koh Ahong,” bisik Hamdani sambil melangkah di jalan setapak. “Kita akan punya uang untuk membeli segala keperluan.”

Hening. Tidak ada reaksi. Sofiah diam saja.

“Aku akan memakaikan baju yang pantas buatmu ke pasar, Teh, jangan khawatir soal datang bulanmu, aku sudah menyiapkan pembalut selampe untukmu,” bisik Hamdani lagi saat kaki mereka sudah terendam air sungai sebatas betis. “Ingat ya, di pasar nanti Teteh harus bersikap baik-baik, jangan ugal-ugalan!”

Sofiah meringkik sambil menceburkan diri….

Di pasar itu, Hamdani dan Sofiah terus berjalan, tanpa terlalu hirau dengan iring-iringan orang-orang yang terus membanyak.

Mang Enco tukang daging menitipkan dagangan kepada lapak tetangga hanya untuk melihat kemolekan Sofiah, perempuan sinting tetapi masih menerbitkan angan-angan liar pada pikiran lelaki. Mang Enco ingin membuktikan bahwa ia masih mampu bereaksi melihat kemolekan tubuh perempuan. Ia bosan kena maki istri yang menganggapnya sudah tidak mampu lagi, takut istri ketiganya itu menyeleweng.

Mang Beben berjingkat saat orang-orang berteriak ada perempuan cantik tapi edan sedang bergoyang dangdut koplo. Ia ingin membuktikan kebenaran sas-sas itu, hiburan kalau benar ada sekaligus ingin membuktikan bahwa istri barunya juga semontok Sofiah, perempuan sinting itu.

Sementara Mok Hindun meninggalkan lapak sayurannya begitu saja. Ia lebih ingin membuktikan apa kata orang, bahwa Sofiah adalah kembang tercantik di desa itu. Apalagi dia tidak sempat menyaksikan pernikahan perempuan sinting dengan pemuda sedesanya yang terpaut jauh usia.

Pasangan Hamdani-Sofiah terus berjalan. Sepelemparan batu lagi toko Koh Ahong sudah dapat diraih. Orang-orang terus mengikuti Hamdani yang masih memundak celeng dan Sofiah yang kini berjoget dangdut koplo. Anak-anak bernyanyi “Jaran Goyang” secara fasih dan hapal luar kepala, padahal mereka sering lupa lirik lagu “Garuda Pancasila”.

Akhirnya tiba jualah Hamdani dan Sofiah di depan toko Koh Ahong, toko yang paling besar di kota kecamatan itu.

Hamdani segera menurunkan celeng yang keempat kakinya sudah terikat dari pundaknya. Suara bedebum terdengar, menandakan bahwa celeng itu cukup montok dan punya berat ideal untuk dipotong. Celeng menjerit.

Di depan Hamdani, kini berdiri seorang lelaki bermata sipit, bertubuh gembur dan bertelanjang dada.

Koh Ahong.

(Bersambung)

Follow WhatsApp Channel www.kabarbenggawi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Rekomendasi untuk Anda

FTBM Banggai Laut: Membumikan Literasi di Banggai “Tano Monondok”
Forum Taman Bacaan Masyarakat : Hadirkan Rangkaian Kegiatan Literasi di Banggai Laut
Candu Jawaban | CERPEN
Manifestasi Rindu | Puisi
CERPEN : Perempuan Penyapu Halaman [20]
CERPEN : Perempuan Penyapu Halaman [19]
CERPEN : Perempuan Penyapu Halaman [18]
CERPEN | Perempuan Penyapu Halaman [17]
Berita ini 27 kali dibaca

Rekomendasi untuk Anda

Rabu, 11 Oktober 2023 - 17:46 WITA

FTBM Banggai Laut: Membumikan Literasi di Banggai “Tano Monondok”

Kamis, 17 Agustus 2023 - 11:51 WITA

Forum Taman Bacaan Masyarakat : Hadirkan Rangkaian Kegiatan Literasi di Banggai Laut

Kamis, 15 September 2022 - 10:47 WITA

Candu Jawaban | CERPEN

Rabu, 14 September 2022 - 21:30 WITA

Manifestasi Rindu | Puisi

Rabu, 7 April 2021 - 22:00 WITA

CERPEN : Perempuan Penyapu Halaman [20]

Berita Terbaru

Headline News

Sulteng Ekspor Durian Beku ke Tiongkok 151 Kontainer, 4.077 Ton

Kamis, 16 Apr 2026 - 16:54 WITA

Advertorial

Dinkes Banggai Laut Gelar Pemeriksaan Gratis di HUT ke-62 Sulteng

Senin, 13 Apr 2026 - 09:11 WITA

Advertorial

Banggai Laut Siap Jadi Tuan Rumah Interfaith Harmony Camp

Kamis, 9 Apr 2026 - 10:47 WITA

Banggai Laut

Kaban BKPSDM: Belum Ada Instruksi Bupati Terkait PPPK Dirumahkan

Senin, 6 Apr 2026 - 11:29 WITA