Tata Krama Masyarakat Suku Banggai mengenal istilah “Tabe”

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 20:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Rahmad Dj. Lasibani

Masyarakat suku Banggai masih terus menjaga rasa kearifan lokal sebagai bentuk mempertahankan tradisi dan budaya yang masih kental di masyarakat. Salah satu istilah yang sering digunakan adalah kata “tabe”. Istilah Tabe secara bahasa diartikan sebagai bentuk tatanan bahasa halus yang berarti “permisi.”

Masyarakat suku Banggai, kebanyakan di daerah-daerah pedesaan selalu menggunakan bahasa ini sebagai bentuk representasi menghormati masyarakat lain atau orang yang lebih tua. Tapi secara perbuatan yaitu mengucapkan kata-kata “tabe” ketika seseorang melintas di depan orang lain.

Hal ini menunjukkan tata krama masih di junjung tinggi, tak perduli apakah orang yang dilewati masih muda atau sudah tua. Karena kata “tabe” itu sendiri mengandung kata-kata yang universal disemua kalangan maayarakat Banggai.

Masyarakat suku Banggai yang nota bene masih memegang aturan-aturan maupun dogma-dogma leluhur yang bersumber dari kearifan budaya dan bersumber dari ajaran islam,selalu menekankan perbuatan melakukan kata-kata “tabe”, seyogyanya selalu dibudayakan sejak dini secara turun-temurun.

Follow WhatsApp Channel www.kabarbenggawi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Rekomendasi untuk Anda

Ketidaknetralan ASN dalam Pilkada Banggai Laut, Ancaman bagi Demokrasi Lokal
Menuju Bangkep Emas 2030, Peluang dan Tantangan
Koreografi Kekuasaan
Kepala Desa Bukanlah Raja Yang Berkuasa
Banjir dan Perda RTRW, Sebuah Refleksi Bencana Berulang Banggai Laut
Harapan Orang Desa Di Marka Jalan Eoforia Politik 2024
Tadarus Demokrasi: Menghadapi Derasnya Informasi Ditahun Politik
Menilisik Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
Berita ini 457 kali dibaca

Rekomendasi untuk Anda

Selasa, 26 November 2024 - 07:00 WITA

Ketidaknetralan ASN dalam Pilkada Banggai Laut, Ancaman bagi Demokrasi Lokal

Jumat, 18 Oktober 2024 - 15:44 WITA

Menuju Bangkep Emas 2030, Peluang dan Tantangan

Selasa, 30 Juli 2024 - 08:39 WITA

Koreografi Kekuasaan

Rabu, 10 Juli 2024 - 10:19 WITA

Kepala Desa Bukanlah Raja Yang Berkuasa

Jumat, 5 Juli 2024 - 10:43 WITA

Banjir dan Perda RTRW, Sebuah Refleksi Bencana Berulang Banggai Laut

Berita Terbaru

Advertorial

DPRD Bahas Dua Ranperda

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:36 WITA