Perbuatan ini mengandung salah unsur penghormatan kepada orang lain sehingga jika tidak mengucapkan kata “tabe”, dapat dipastikan akan diklaim oleh masyarakat sebagai tindakan yang kurang sopan dan menyalahi aturan yang sudah dijalankan oleh masyarakat suku Banggai sejak dulu kala.
Pengucapan kata ” tabe” sudah merupakan kebiasaan masyarakat suku Banggai secara baik di perkotaan lebih-lebih di perdesaan. Kegiatan ini selalu menggunakan tangan kanan yang dilajurkan sambil kadang-kadang membungkukkan badan untuk sekedar lewat di depan orang sambil mengucapkan kata-kata ” tabe nggu aloi” yang berarti “permisi numpang lewat” misalnya. *
*) Opini Kolumnis ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi Kabar Benggawi
Halaman : 1 2

















